Rabu, 11 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Nasional

Ibu Hamil 4 Janin Ngidam Perutnya Dielus Gubernur Ganjar

23 November 2017, 14: 35: 32 WIB | editor : Bayu Wicaksono

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menjenguk Silvia Julianti di RSUP dr Kariadi Semarang.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menjenguk Silvia Julianti di RSUP dr Kariadi Semarang.

Share this      

SEMARANG - Delapan tahun menanti buah hati, dokter Silvia Julianti mendapat karunia besar dengan hamil langsung empat janin. Di saat menanti hari kelahiran, ia tiba-tiba ngidam perutnya dielus Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Tak disangka, keinginan itu terkabul.

Kamis (23/11/2017) pagi, gubernur berambut putih itu nongol di ruangan Silvia, Ruang Kebidanan Kelas I, RSUP dr Kariadi Semarang. Karuan saja Silvia yang sedang ditemani suaminya, Agus A Mile kaget bukan kepalang.

“Saya hanya mention pak gubernur di twitter, tidak pernah berpikir sedikitpun akan kesampaian dikunjungi beliau,” tutur Agus dengan mata berkaca-kaca.

Agus menceritakan, suatu malam isterinya nyeletuk kepengen perutnya dielus-elus gubernur.

“Istri saya nyeletuk katanya pengen deh dielus sama Pak Gub. Lalu saya tanya Pak Gub siapa? Dia jawab ya Pak Gubernur Ganjar. Akhirnya ya sudah saya mention di twitter. La ternyata kok benar-benar di respon sama Pak Gub, kami kaget dan bahagia sekali,” katanya.

Kehadiran Ganjar itu ungkap Agus sungguh menyempurnakan kebahagiaan di keluarga kecilnya. Sebab kehamilan ini sudah ditunggu sejak delapan tahun terakhir melalui program bayi tabung di Jakarta. Agus menceritakan, ia dan istrinya sudah berupaya untuk mendapatkan keturunan dengan berbagai cara dan baru terwujud sekarang.

“Kami ikut program, dan ada embrio empat yang jadi. Dokter bingung mau pasang dua atau empat. Soalnya kalau dua cuma 10 persen kemungkinan berhasil, kalau empat 30 persen. Makanya dokter masukkan empat nggak tahunya jadi keempatnya,” ujar warga asal Tegal ini.

Dari keempat janin itu ternyata sudah ada satu janin yang lahir prematur pada Sabtu (18/11/2017) lalu. Sayangnya, bayi berjenis kelamin laki-laki itu hanya bertahan hidup dua hari dan kemudian meninggal dunia.

Kini ketiga janin yang masih ada sudah berusia 27 minggu dalam kandungan. Oleh dokter, ungkap Agus, disarankan agar tiga janin dalam kandungan itu tidak lebih dulu lahir. Setidaknya diharapkan bisa dilahirkan sekitar 1,5 bulan lagi.

Saat ditengok Ganjar, pasangan suami istri itu kemudian meminta agar Ganjar memberikan nama pada ketiga janin yang diperkirakan dua berjenis kelamin laki-laki dan satu perempuan. “Mungkin bisa kasih nama Pak Gub buat dedeknya,” kata Agus.

Karena bayinya belum lahir, Ganjar kemudian menimpali, “Lho, lahir saja belum kok sudah mau dikasih nama. Gimana kalau trio, gethuk trio?,”. Candaan Ganjar itu membuat orang seisi ruangan tertawa.

“Waduh ampun (jangan) pak,” jawab Silvia yang mengaku sangat senang gubernur bersedia datang di tengah kesibukannya dan memberikan motivasi agar lebih semangat menghadapi masa kelahiran.

Ganjar kemudian memunculkan tiga nama yakni Anjar, Anjani dan Arjuna. Ganjar lalu diminta untuk memegang perut Silvia dan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim, mudah-mudahan anak lahir selamat, sehat, jadi anak soleh solehah, berguna untuk keluarga, bangsa, semuanya. Aja kesusu lahir (jangan buru-buru lahir), satu setengah bulan lagi, sabar nggih,”.

Kepada wartawan, Ganjar mengatakan bahwa selama jadi gubernur sering mendapat permintaan aneh dan unik dari warga melalui social media. Seperti ibu hamil ngidam pengen dielus atau minta foto, dimintai nama bayi, seorang pemuda yang patah hati minta dicarikan jodoh, atau guru yang curhat sepatu anaknya rusak.

Terkadang Ganjar menyempatkan menemui jika memungkinkan. Jika waktunya padat, Ganjar menelepon warga tersebut sekadar mencoba mendengarkan keluh kesah dan memberi motivasi. Menurutnya, ketika warga berani curhat ke pimpinannya maka disitulah telah terbangun rasa kedekatan, kekeluargaan, dan relasi sosial yang kuat.

 “Saya cuma berpikir kalau tindakan kecil kita bisa menyenangkan dan membahagiakan orang lain kenapa tidak. Mereka curhat ke saya macam-macam, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan saya akan jadi tugas gubernur,” katanya.

Usai menjenguk Silvia,  Ganjar juga menyempatkan ke ruang pasien bersalin lain. Ibu-ibu muda yang ditemuinya banyak yang tak menyangka gubernur datang. Ganjar sempat menggendong salah satu bayi milik pasangan asal Gunungpati Kota Semarang.

“Anak kedua ya? Langsung KB ya, nggak usah nambah (anak) lagi,” katanya.

Ketika sedang asyik berbincang, dua ibu hamil yang ruangannya tidak dimasuki Ganjar bahkan nekat turun dari ranjang dan menyusul ke ruangan tersebut. “Saya juga pengen dielus-elus perutnya pak,” katanya disambut tawa Ganjar.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia