Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Dinas Perdagangan Tambah Pasokan 4.996 Gas Melon

16 Desember 2017, 13: 46: 44 WIB | editor : Perdana

JAMIN TERSEDIA: Pasokan elpiji 3 kg ditambah. Tapi di lapangan gas subsidi itu kerap langka.

JAMIN TERSEDIA: Pasokan elpiji 3 kg ditambah. Tapi di lapangan gas subsidi itu kerap langka. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kabar tentang ditariknya elpiji ukuran 3 kilogram (kg) mulai Januari 2018 cukup membuat masyarakat resah. Dinas perdagangan Surakarta mulai mengantisipasi dengan melakukan komunikasi bersama PT Pertamina. Hasilnya, Solo diberi tambahan pasokan gas melon sebanyak 4.996 tabung.


Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta Subagyo, Jumat (15/12). Menurutnya, stok normal gas melon untuk Kota Bengawan yaitu 714.520 tabung per bulan.


Stok tersebut sebenarnya masih mencukupi kebutuhan gas masyarakat hingga malam pergantian tahun. Namun, pemkot enggan berspekulasi jika sewaktu-waktu terdapat kelangkaan.


“Kita sudah bicara dengan Pertamina. Pertamina berjanji siap mengawal. Langkah kita yaitu menambah stok agar aman,” katanya.


Agar tak terjadi kelangkaan, lanjut Subagyo, masyarakat diminta menggunakan gas secara wajar. Selain itu, mematuhi peruntukan gas melon. Yakni hanya bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Sedangkan ekonomi mapan diminta untuk menggunakan gas nonsubsidi.


“Masyarakat jangan terbawa isu penarikan gas melon. Hiswana Migas telah menyampaikan bahwa stok aman dan tidak akan ada penarikan. Kami juga minta pangkalan tidak melayani gas melon ke kalangan atas,” pinta Subagyo.

 
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo menegaskan, kebutuhan bahan pokok di Kota Solo masih aman. Dia bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID) sudah melakukan pengecekan di sejumlah pasar tradisional dan distributor sembako.


“Mereka kita minta tidak menimbun. Masyarakat juga kami minta bersikap biasa-biasa saja menjelang pergantian tahun,” katanya.


Kota Solo, disebut Purnomo, sebagai kota yang hanya menerima sembako dari daerah lain. Sedangkan produsen sembako berada di daerah sekitar maupun dari propinsi lain. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia