Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Pasar Hewan Semanggi Bakal Dipindah

27 Desember 2017, 09: 04: 31 WIB | editor : Bayu Wicaksono

Pasar Hewan Semanggi rencananya dipindah di kawasan Solo utara yang tak dekat dengan permukiman padat.

Pasar Hewan Semanggi rencananya dipindah di kawasan Solo utara yang tak dekat dengan permukiman padat. (ISWARA BAGUS NOVIANTO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Bersamaan dengan pembangunan RSUD Semanggi di Kenteng Kelurahan Semanggi, sejumlah penataan akan dilakukan di sekitar kawasan. Salah satunya pemindahan Pasar Hewan Semanggi ke lokasi lain yang jauh dari RSUD.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo memastikan bakal memindah pasar hewan yang letaknya sekitar 200 meter di sisi utara RSUD tersebut. Menurutnya, keberadaan pasar hewan di tengah-tengah permukiman dan rumah sakit sangat tidak baik untuk masyarakat dan proses penyembuhan pasien di rumah sakit.

“Sedang kami lakukan kajian. Di situ kan ada pasar ayam, pasar besi, dan pasar klitikan. Tidak hanya pasar hewan, tapi sebelah selatan (RSUD) di HP (hak pakai) 16 itu juga kami tata,” tutur Rudy.

Selain berdekatan dengan RSUD, rencana pemindahan Pasar Hewan Semanggi juga lantaran di sekitar lokasi terdapat rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan kompleks sekolah. Praktis, jika pasar hewan masih tetap di situ, pastinya lingkungan tidak akan sehat. Kualitas udara tidak baik, begitu juga limbah yang dihasilkan.

“Lingkungan Semanggi kan memang kawasan paling padat penduduk. Kami akan pindah di lahan yang tidak jauh dari permukiman,” ucap Rudy.

Kendati pemindahan tak akan dilakukan dalam jangka waktu yang kilat, namun wali kota mengaku sudah punya pandangan calon tempat baru. Salah satunya adalah tanah milik Provinsi Jawa Tengah yang berada di kawasan ringroad Mojosongo. Menurut dia, lahan di kawasan ringroad itu cukup untuk membuat pasar hewan baru.

“Bisa kami pinjam pakai atau mungkin kami ganti atau diminta pemkot. Itu untuk pasar hewan. Kalau yang pasar besi dan klitikan, saya kira tidak perlu dipindah,” terang Rudy.

Bagaimana jika tak bisa meminjam lahan pemprov? Rudy menyebut, masih ada alternatif lain. Yakni membeli lahan baru di sekitar ringroad Mojosongo. Ya, kawasan Solo utara tetap menjadi pilihan pemkot lantaran keterbatasan lahan di tengah kota.

Bahkan, wali kota tak segan memindahkan pasar hewan ke luar daerah alias ke Kabupaten Karanganyar. “Mungkin saja, Solo itu cuma 44 kilometer persegi. Kebutuhan lahannya besar. Sangat mungkin dipindah di luar daerah, ringroad yang timur sungai itu sudah Karanganyar, di barat sungai sisi utara juga,” papar dia.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih mendukung rencana pemindahan pasar hewan dari kawasan Kenteng Semanggi. Tidak hanya demi rumah sakit yang akan dibangun, Ning juga melihat kesehatan masyarakat di sekitar pasar menjadi tidak baik. “Jelas tidak sehat kalau tetap di situ,” pungkas Ning.

(rs/irw/bay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia