Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Aisyiyah Sukoharjo Dorong Adanya Perda Penanggulangan TB

27 Desember 2017, 15: 10: 59 WIB | editor : Bayu Wicaksono

Aisyiyah Sukoharjo saat melakukan dialog dengan anggota Dewan.

Aisyiyah Sukoharjo saat melakukan dialog dengan anggota Dewan. (RYANTONO P.S./RADAR SUKOHARJO)

Share this      

SUKOHARJO – Aisyiyah Sukoharjo mendorong DPRD untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang penanggulangan Tuberkulosis (TB). Sebab, sampai saat ini Sukoharjo belum memiliki payung hukum terkait hal itu. Adanya peraturan daerah tentu akan memudahkan sosialisasi dan kerjasama dengan berbagai pihak untuk menanggulangi penyakit TB.

Koordinator Community TB-HIV Care Aisyiyah Akmal Mukhibbin mengatakan, pihaknya mendatangi DPRD Sukoharjo untuk mendorong dibuatnya perda inisiatif tentang penanggulangan TB. Dari hasil penelitian yang dia lakukan, angka temuan TB di Sukoharjo masih rendah. Salah penyebabnya lantaran belum adanya payung hukum dalam program penanggulangan TB.

Dia menuturkan, tanpa regulasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada tidak bisa ikut membantu seperti mengadakan sosialisasi. ”Selama ini kalau tidak ada dasar hukum seperti Perda, Perbup, OPD tidak bisa mengeluarkan anggaran untuk ikut membantu menanggulangi TB karena tidak ada dasar untuk mengeluarkan anggaran,” papar Amal kepada Jawa Pos Radar Sukoharjo, Rabu (27/12).

Maka, mereka membantu untuk adanya regulasi tersebut agar penanganan TB bisa dilakukan dengan gerakan yang lebih besar. Akmal menuturkan, data yang dia miliki estimasi kasus TB di Sukoharjo sebanyak 2700 kasus. Namun, sampai saat ini baru ditemukan 290 kasus di Kota Makmur. Jumlah temuan ini sangat jauh dari estimasinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo Nassrudin mengatakan, berkaitan dengan perlu tidaknya perda penanggulangan TB harus ada kajian terlebih dahulu. Perlu melihat daerah yang memiliki perda tersebut. Bagaimana perbedaan penanggulangan sebelum dan sesudah memiliki perda.

”Kita lihat hasilnya maksimal tidak setelah ada Perda. Selama belum ada itu (perda) dimaksimalkan penanggulanagan sendiri. Yang perlu dikaji lagi, juga berkaitan temuan kasus TB yang masih rendah apakah benar jumlah penderita masih sedikit. Jangan sampai seperti HIV/AIDS yang seperti gunung es. Sebab, TB dan HIV ada korelasinya,” paparnya.

(rs/yan/bay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia