Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

Polres Boyolali Gelar FGD Anti Hoax

30 Januari 2018, 18: 19: 12 WIB | editor : Bayu Wicaksono

TRI WIDODO/RADAR SOLO

TRI WIDODO/RADAR SOLO (PGD di Aula Kecamatan Boyolali Kota.)

Share this      

BOYOLALI – Polres Boyolali melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbimas) menggelar Forum Group Discusion (FGD) di Aula Kecamatan Boyolali Kota, Selasa (30/1). Diskusi menyasar pencegahan terhadap penyebar berita Hoax, kampanye hitam serta isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) di media sosial (Medsos).

Hadir dalam diskusi, Syaiful Bahri dari Universitas Boyolali. Diskusi diikuti pelajar, mahasiswa, dan pegiat medsos. Menekankan kepada masyarakat, terutama pelajar untuk bijak dalam bermedia.

”Teknologi memang tak bisa dibendung. Ada dua sisi dari kemajuan tersebut. Gunakan hati nurani dalam menggunakan medsos,” kata Syaiful.

Apalagi saat ini yang akan menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Banyak sekali ancaman, kampanye hitam yang diviralkan, dan penyebaran isu tak benar untuk menguntungkan salah satu pasangan calon (Paslon).

”Kita yang dirugikan. Hanya segelintir orang diuntungkan dan perusahaan media saja yang senang. Sayangnya masih banyak masyarakat yang suka mengumbar dan meneruskan informasi yang belum diketahui kebenarannya itu,” sambung Syaiful.

KBO Binmas Polres Boyolali, Ipda Supeno menambahkan, tulitas atau aktivitas yang kerap diunggah ke medsos juga memicu terjadinya tindakan kriminal. Misalnya, pengunggahan foto saat jalan-jalan sekeluarga.

”Orang yang berniat buruk bisa saja langsung tahu kondisi rumah tersebut kosong karena ditinggal keluar pemiliknya untuk berlibur. Nah dari FGD ini masyarakat semakin paham dan bijak dalam mengakses media sosial,” terang Supeno. 

(rs/wid/bay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia