Senin, 20 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Dua Pemain Muda Undangan Persis Solo yang Kaya Pengalaman

Jumat, 02 Feb 2018 10:26 | editor : Bayu Wicaksono

Dedi Tri Maulana (kiri) dan Ade Candra Sena.

Dedi Tri Maulana (kiri) dan Ade Candra Sena. (ADI PRASETYAWAN/RADAR SOLO)

SOLO - Persis kembali mengundang dua pemain muda untuk menjalani trial. Mereka pernah bermain di kompetisi antarnegara hingga menjadi timnas. Tentu saja harapannya mereka bisa bergabung dengan Persis musim ini.

Laga latih tanding antara Persis Solo melawan PS Thor di Lapangan Demakan, Mojolaban, Sukoharjo Rabu (31/1) sore jadi ajang show anak-anak baru. Mereka menunjukkan kemampuannya mencuri perhatian tim pelatih.

Meski gerimis, pemain tetap ngotot. Apalagi dengan hadirnya ratusan suporter yang ikut memadati lapangan. Hasilnya, Persis meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 6-0.

Beberapa anak-anak baru, terutama berstatus pemain yang diundang untuk trial terlihat menonjol. Seperti Ade Candra Sena, 20, dan Dedi Tri Maulana, 19. Di usianya yang masih hijau, memiliki segudang pengalaman.

Ade pernah bermain di Frenz United Malaysia pada 2014. Saat itu, pemain berposisi kiper ini unjuk gigi untuk kelompok usia 15 tahun. Pengalaman lainnya adalah mengikuti kejuaraan tim-tim Asia Tenggara. Melawan Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Indonesia.

Tak hanya itu, Ade juga pernah berlaga di turnamen Manchester United Premier Cup (MUPC) di Inggris untuk kelompok usia 15 tahun. Bertemu dengan tim-tim dari seantero jagad. ”Itu jadi pengalaman paling berkesan selama karir sepak bola saya,” terangnya.

Namun, siapa sangka, karir cemerlang Ade harus dilalui dengan perjuangan berat. Masa kecil Ade hidup pas-pasan. Ketika umur tujuh tahun, dia sudah mengikuti sekolah sepak bola (SSB) di berbagai lokasi. Sampai harus berpindah-pindah dari Subang ke Bandung. Karena dukungan finansial dari orang tua terbatas, Ade cari cara agar bisa tetap berangkat.

”Saat itu saya di Subang, supaya bisa ke Bandung harus menabung dulu. Uang saku sekolah disisihkan untuk bisa berangkat. Sempat kehabisan uang di jalan karena sakunya mepet. Pernah juga diturunkan di Bekasi karena ketahuan naik kereta tidak bertiket,” bebernya.

Ade juga teringat sepatu pertamanya yang dibelikan neneknya dari pasar barang bekas. Ukurannya tidak pas di kakinya. Terlalu besar. ”Nekat saja pakai sepatu kebesaran. Yang penting bisa main dulu,” tandas dia.

Tak jauh berbeda dialami Dedi Tri Maulana. Penggawa timnas U 19 di bawah asuhan coach Indra Sjafri ini mengantongi banyak pengalaman bersama timnas. Mulai dari kejuaraan antarnegara di Toulon, Prancis 2017. Di turnamen ini, lawan yang dihadapi adalah negara langganan Piala Dunia, seperti Brazil, Republik Ceko, dan Skotlandia.

”Meskipun mereka negara dengan sepak bola maju, tapi nggak minder sama sekali. Cara bermainnya sama, hanya posturnya yang sedikit lebih besar,” ujar pemain yang mengidolakan Dani Alves (PSG) ini.

Berlanjut bermain di Piala AFF U 18 Myanmar 2018. Dedi dikenal pemain serbabisa. Berposisi sebagai fullback kanan maupun kiri, juga bisa bermain untuk posisi winger. Pemain jebolan Diklat Ragunan, Jakarta itu langsung dilirik masuk timnas saat menjuarai Piala Soeratin 2016 (KU 17) bersama Persab Brebes.

Karirnya terus menanjak hingga akhirnya masuk Timnas U 19. Salah satu yang masih dikenangnya adalah ketika menjalani pemusatan latihan di Markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur tahun lalu.

”Berlatih di markas tentara tentu jadi pengalaman berharga. Kita mendapat motivasi langsung dari wadanjen Kopassus. Semangat bermain semakin berlipat ganda. Apalagi juga ada materi latihan semimiliter, tujuannya melatih kedisiplinan,” jelasnya.

Jalan karir Dedi juga penuh liku. Pernah satu-satunya sepatu miliknya robek. Tepatnya saat belajar sepak bola di SSB. Namun karena tidak punya cukup uang untuk membeli yang baru, dia nekat memakai sepatu tersebut.

”Belum mau minta ke orang tua. Karena mau menunjukkan keseriusan main bola. Ya menabung dahulu buat beli sepatu baru,” ucapnya.

Meski punya banyak pengalaman, mereka belum bisa tenang. Sebab, masih berstatus pemain undangan dan trial. ”Harapan kami bisa bergabung dengan tim sebesar Persis ini,” jawab keduanya kompak. 

(rs/NIK/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia