Minggu, 21 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Omzet Pedagang Pasar Bunder Turun, Ini Penyebabnya

15 Februari 2018, 19: 45: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Wabup Sragen, Dedy Endriyatno meninjau penerapan sistem satu arah di Pasar Bunder, Kamis (15/2).   

Wabup Sragen, Dedy Endriyatno meninjau penerapan sistem satu arah di Pasar Bunder, Kamis (15/2).   (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

 SRAGEN – Penerapan sistem satu arah (SSA) di kawasan Pasar Bunder Sragen sempat dikeluhkan para pedagang pasar. Akibat penerapan kebijakan baru itu, omzet pedagang diklaim anjlok. Mengakomodasi aspirasi ini, mulai 20 Februari, akan ada kebijakan baru untuk pengaturan SSA.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen, Muhari mengatakan, SSA sudah diuji coba dan ditetapkan di kawasan kota untuk memecah kemacetan. Kebijakan ini sudah diberlakukan mulai 17 September 2017 hingga sekarang. Namun dalam realisasi masih tetap ada pro dan kontra terkait SSA. Meski ari pengguna jalan sendiri tidak terlalu mempermasalahkan. Tetapi beberapa pedagang pasar merasa keberatan.

”Beberapa pedagang merasa setelah diterapkan ini mereka merasa omzetnya turun. Tapi dari omzet turun sendiri perlu kajian mendalam lintas sektoral,” ujarnya Kamis (15/2).

Harus dikaji apakah turunnya omzet pedagang ini karena SSA atau penyebab lain. Selanjutnya menanggapi keluhan sebagian pedagang, bupati mengambil kebijakan untuk menganalisa masalah itu.

”Kebijakan bupati diuji coba selama tiga bulan untuk Jalan WR Supratman, roda dua bisa dua arah. Mulai Meteor ke selatan sampai timur Atrium,” terangnya.

Kebijakan ini akan diuji coba selama tiga bulan, 20 Februari – 20 Mei. Jika dalam tiga bulan tersebut omzet pedagang tetap turun, tentu penyebabnya bukan SSA.

Muhari mengatakan, yang memungkinkan menjadi dua arah hanya Jalan WR Supratman. Selain itu, ada rekomendasi sejumlah instansi terkait untuk pelaksanaan dua arah kendaraan roda dua. Seperti penataan parkir, penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan los pasar yang melebihi batas. Kemudian pelebaran jalan dengan menutup saluran menjadikan trotoar, sedangkan trotoar akan digunakan untuk parkir.

Sebelumnya, Wakil Bupati  Dedy Endriyatno sempat meninjau kondisi jalan di sekitar pasar. Pihaknya menegaskan pemkab tengah menindaklanjuti keluhan dari masyarakat, terutama pedagang pasar setelah diberlakukannya SSA.

”Salah satu yang bakal dilakukan adalah melakukan rekayasa dan penataan pasar, seperti penataan parkir untuk memudahkan mereka yang bakal lewat dan parkir di pasar,” terangnya.

Menurut Dedy, saat ini pihaknya sedang melakukan evaluasi hal itu bersama tim terkait dan nantinya akan dicarikan solusi bersama. Dengan demikian kebijakan ini bisa diterapkan di lapangan.

(rs/din/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia