Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Warga Keturunan Tionghoa Jago Main Ketoprak

11 Maret 2018, 18: 00: 16 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Pementasan ketoprak warga keturunan Tionghoa dengan lakon Rebut Kuwasa di Aula SD Kristen 3 Klaten, Sabtu malam (10/3).

Pementasan ketoprak warga keturunan Tionghoa dengan lakon Rebut Kuwasa di Aula SD Kristen 3 Klaten, Sabtu malam (10/3). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Kesenian ketoprak tak hanya dilakonkan warga keturunan Jawa. Warga keturunan Tionghoa pun juga mahir melakonkannya. Seperti terlihat dalam pergelaran ketoprak Perkumpulan Darma Bakti Klaten di Aaula SD Kristen 3 Klaten, Sabtu malam (11/3).

Total dari 54 pemain terlibat dalam pergelaran ketoprak ini. Dan 38 di antaranya merupakan keturunan Tionghoa. Mereka sangat fasih berdialog bahasa Jawa. Memerankan sejumlah tokoh dalam lakon Rebut Kuwasa.

”Kami sengaja memilih lakon ini karena bertepatan dengan tahun politik. Harapannya masyarakat lebih proporsional. Tidak terlalu cemas maupun galau menghadapi tahun politik. Apalagi dari dulu sebenarnya sudah terjadi intrik-intrik politik untuk merebut kekuasaan,” jelas penggagas Festival Ketoprak Pelajar (FKP) sekaligus Pengawas Perkumpulan Darma Bakti, Edy Sulistyanto kepada Jawa Pos Radar Solo.

Sesi dagelan ketoprak warga keturunan Tionghoa.

Sesi dagelan ketoprak warga keturunan Tionghoa. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Perform warga keturunan Tionghoa saat memainkan ketoprak secara tidak lanjung menunjukan jiwa nasionalisme mereka. Namun, diakui Edy, tidak mudah mewujudkan pergelaran ketoprak tersebut. Banyak kendala yang harus dihadapi.

Selengkapnya baca koran Jawa Pos Radar Solo edisi Senin, 12 Maret 2018

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia