Minggu, 18 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Upaya Dongkrak Ekonomi dan Produk Lokal lewat Musrenbang

Rabu, 21 Mar 2018 05:30 | editor : Fery Ardy Susanto

Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengunjungi pameran UMKM di sela Musrenbangwil Eks Karesidenan Surakarta di Sragen, Selasa (20/3).

Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengunjungi pameran UMKM di sela Musrenbangwil Eks Karesidenan Surakarta di Sragen, Selasa (20/3). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN -  Seluruh kabupaten/kota di wilayah eks Karesidenan Surakarta diminta terus menggali potensi ekonomi di daerahnya. Dengan begitu akan memacu pertumbuhan ekonomi dari bawah, khususnya bagi para pelaku usaha lokal.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan  Wilayah (Musrenbangwil) Eks Karesidenan Surakarta di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (20/3).

Heru mengatakan, penduduk di eks Karesidenan Surakarta mencapai 35 juta lebih. Bila mereka mengonsumsi produk olahan warganya sendiri, maka sektor ekonomi yang bergerak dari bawah akan semakin melaju cepat.

“Semua itu kan pasti butuh makan dan sandang. Jika semuanya membeli bahan olahan atau produk yang dibuat warga sendiri, maka akan menjadi pasar cukup besar. Bisa-bisa menjadi rebutan bagi negara-negara lain,” ujar Heru.

Heru berpandangan apa yang ditanam atau diolah warga pasti akan laku jika diikuti oleh daya konsumsi warga terhadap produk lokal juga tinggi. Meski begitu, Heru tidak meminta warga untuk anti makan roti, di mana selama ini tepung terigu yang digunakan biasanya produk import.

“Tapi selain mengonsumsi roti, ada baiknya konsumsi produk berbahan lokal, seperti jagung, singkong, atau produk yang ditanam oleh warga sendiri. Selain lebih terjangkau, lebih sehat, dan pastinya membantu membeli produksi petani sendiri,” ujarnya.

Di Musrenbangwil bertema Peningkatan Daya Saing Melalui Pemerataan Pembangunan dan Pemanfaatan Iptek ini, Heru juga mengapresiasi para kepala daerah dan tamu undangan lainnya yang menggunakan busana batik. Terlebih eks Karesidenan Surakarta memang terkenal dengan produk batiknya. Ini membuktikan bahwa pemerintah daerah serta jajarannya sudah peduli untuk memanfaatkan produk lokal dan mempertahankan nilai budaya.

“Jika semua pangan dan sandang kita kuasai pasarnya (lokal), maka ini akan menjadi sebuah gotong royong secara massif untuk menghidupi satu dengan yang lainnya,” terangnya.

Bagi Heru, paling utama adalah kebersamaan antara Pemprov Jateng dengan pemerintah daerah agar senantiasa guyub rukun. Karena sinergi keduanya sama-sama bermuara meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Heru berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menumbuhkan komitmen bersama agar lebih peduli terhadap pelaku usaha kecil dan menengah.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santosa memberikan sejumlah catatan yang perlu dibahas dalam musrenbangwil ini. Antara lain dunia pendidikan, infrastruktur harus merata di semua daerah, pertambangan, bencana alam, produktivitas sumber daya manusia, pertanian, dan pariwisata.

(rs/gis/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia