Minggu, 17 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Ini Pengakuan Jukir Liar di Sragen usai Ditertibkan

22 Maret 2018, 08: 15: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Penertiban jukir liar oleh Dishub Sragen, Rabu (21/3).

Penertiban jukir liar oleh Dishub Sragen, Rabu (21/3). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Banyaknya laporan dari masyarakat terkait praktik juru parkir (jukir) nakal direspons personel gabungan dinas perhubungan, satpol PP, dan Sub Denpom. Mereka menyisir sejumlah tempat yang berpotensi menjadi lokasi pelanggaran. Di antaranya kawasan Pasar Bunder. 

Keluhan pengguna jasa parkir itu antara lain oknum jukir tidak memberikan karcis, tidak mengenakan tanda pengenal resmi, dan sebagainya. 

”Kita antisipasi untuk kerawanan di lapangan. Jukir harus memberikan tanda bukti bayar retribusi parkir. Razia parkir ini agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujar Kepala Bidang Angkutan Umum Dishub Sragen Bintoro Setiyadi kemarin (21/3).

Hasil razia, para jukir mengaku telah memberikan karcis parkir, tapi sebagian pengendara menolak dengan alasan bekar karcis parkir membuat kotor. Namun, apapun dalihnya, karcis harus tetap diberikan. 

Kepala Dishub Sragen Muhari menuturkan, untuk mengantisipasi aksi premanisme oleh oknum jukir, pihaknya tak segan memberikan peringatan keras kepada para pelakunya. 

Salah seorang jukir liar, Sadiman mengaku mendapatkan seragam dengan membeli dari kawannya senilai Rp 85 ribu. Seragam tersebut langsung disita petugas. ”Sudah bekerja dua tahun, kalau karcis tidak punya,” ungkapnya.

(rs/din/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia