Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

BBM Naik, Sopir Angkutan Kota di Wonogiri Harus Nombok

26 Maret 2018, 17: 32: 52 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Angkutan Kota parkir di Terminal Wonogiri, Senin (26/3).

Angkutan Kota parkir di Terminal Wonogiri, Senin (26/3). (IWAN DWI WAHYU/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Dampak kenaikan BBM jenis Pertalite sebesar Rp 200 per dirasakan para sopir angkutan kota (Angkuta) di Wonogiri. Mereka khawatir jika menaikkan tarif, penumpang bakal kabur. Sementara itu jika tarif tidak naik, ongkos untuk beli BBM bertambah. 

Prapto, Ketua Paguyuban Angkuta Wonogiri mengatakan bahwa para sopir jelas merasakan dampak kenaikan BBM. Pendapatan saja sudah berkurang dengan banyaknya kendaraan pribadi masih ditambah kenaikan BBM. 

"Dampaknya jelas terasa. Kalau setoran nutup ya bersyukur, kalau tidak ya nombok," keluh Prapto kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (26/3). 

Menurut Prapto, angkuta saat ini menggunakan BBM jenis Pertalite. Dengan setoran per hari antara Rp 60-80 ribu. 

"Kalau libur dan hari Minggu, Rp 60 ribu. Kalau hari biasa Rp 80 ribu," ujarnya.  

Terpisah Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Wonogiri, Edi Purwanto menambahkan, kenaikan BBM sangat dirasakan. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak. 

"Kenaikan ini sangat mencekik kami, bagaimana ini?" bebernya.

Menurut Edi, pihaknya belum berencana menaikan tarif angkutan. Sebab masyarakat juga sudah berat dengan kondisi tarif sekarang. 

"BBM naik terus, kalau tarif angkutan naik, kasihan masyarakat. Kalau tarif tidak naik, angkutan yang rugi, nombok terus," imbuhnya.

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia