alexametrics
Kamis, 03 Dec 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Astagfirullahaladzim, Mati Gantung Diri, Setahun Kemudian Baru Ketemu

01 April 2018, 19: 18: 01 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Rumah kosong tempat penemuan mayat tanpa identitas di Desa Kiringan, Boyolali, Minggu (1/4).

Rumah kosong tempat penemuan mayat tanpa identitas di Desa Kiringan, Boyolali, Minggu (1/4). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI - Warga di Dukuh Karangasem RT 04 RW 09, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali digegerkan penemuan mayat dalam kondisi tinggal tulang belulang, Minggu siang (1/4). Mayat tersebut ditemukan di dalam sebuah rumah kosong milik Wahyuni yang sudah tidak ditempati selama lima tahun. Diduga, mayat tersebut orang yang bunuh diri, setahun yang lalu.

Identitas mayat sulit dikenali. Kepalanya sudah terlepas dari badannya dan menjadi tengkorak. Sebagian dari tubuh mayat yang diduga mati gantung diri itu berubah jadi tanah. 

"Diperkirakan meninggal sudah satu tahun yang lalu," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto mewakili Kapolres, AKBP Aries Andhi.

Mayat tanpa identitas diduga mati bunuh diri.

Mayat tanpa identitas diduga mati bunuh diri. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Willy menambahkan, mayat tersebut ditemukan Sarono, 30, dan Dwi Kusmawan, 20, warga Gatak Kebontimun, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota yang hendak mencari rumput di sekitar rumah kosong tersebut.

Saat mengambil rumput, keduanya mencium bau busuk dari dalam rumah kosong itu. Penasaran, keduanya memberanikan diri untuk mengintip dari jendela. 

"Saksi satu dan dua melihat ada sesosok tubuh seperti manusia yang sebagian menjadi tanah dan kepalanya lepas dan sudah menjadi tengkorak," beber Willy. 

Berita selengkapnya baca koran Jawa Pos Radar Solo edisi Senin, 2 April 2018

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP