Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Dihadiahi Batik dan Gambar Calon Gubernur, Warga Lapor Panwaslu

04 April 2018, 12: 15: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa Ezye tunjukkan kain batik.

Ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa Ezye tunjukkan kain batik. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Mendapatkan bingkisan kain batik dan gambar salah satu pasangan calon (paslon) bupati, Supardi, Desa Sewurejo, Mojogedang melaporkannya ke panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Karanganyar. Dia didampingi pengurus Forum Masyarakat Karanganyar (Formaska).

Dalam laporannya, Supardi menyebutkan, bingkisan tersebut diberikan oleh salah seorang anggota DPRD Karanganyar pada pertemuan RT yang dihadiri istrinya, Selasa malam (27/3).

Tidak hanya memberikan bingkisan, anggota dewan bersangkutan secara terbuka mengarahkan warga untuk mencoblos paslon tertentu.

“Anggota DPRD itu juga menjanjikan memberangkatkan liburan pada akhir tahun jika pasangan calon yang didukungnya menang,” ujar Supardi kemarin (3/4).

Ketua Formaska Muh Riyadi alias Yeri berharap Panwaslu dapat menindaklanjuti laporan tersebut. “Ini (pemberian bingkisan, Red) sudah termasuk dalam praktik tindak pidana dalam pemilu,” ungkapnya.

Ketua Panwaslu Karanganyar Kustawa Ezye, pihaknya segera berkoordinasi dengan tim sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu).

“Kami tentu proaktif dalam aduan ini. Segera klarifikasi kepada pelapor dan terlapor. Keputusannya menunggu hasil kajian Gakkumdu,” kata dia.

Apakah pemberian bingkisan batik dan sikter bergambar paslon termasuk tindakan pidana pemilu?  Kustawa belum bisa memastikan. Yang jelas, laporan tetap ditindaklanjuti. Jika terbukti bersalah, terlapor dapat dikenakan sanksi sesuai jenis pelanggarannya.

(rs/rud/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia