Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Ribuan Porsi Tengkleng, Sate, dan Nasi Liwet Gratis Dibagi Tiap Hari

Kamis, 12 Apr 2018 10:30 | editor : Fery Ardy Susanto

Jumpa pers SICF 2018.

Jumpa pers SICF 2018. (SERAFICA GISCHA P/RADAR SOLO)

SOLO – Hari ini, Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2018 dibuka di area parkir Stadion Manahan. Berlangsung selama empat hari, 12-15 April dengan mengangkat tema Ordinary Kuliner Tempo Dulu. Menariknya, tiga menu andalan tempo dulu akan dibagikan secara gratis selama SICF berlangsung. 

Ketua Panitia SICF 2018, Daryono menjelaskan, pengunjung akan dimanjakan ragam kuliner tradisional yang dibagikan gratis. Yakni sate kere, sego liwet, dan tengkleng. Total ada 5 ribu porsi yang akan dibagikan panitia.

Pengunjung sudah bisa menikmati SICF sejak pagi ini, kendati grand opening baru digelar malh harinya. Bahkan panitia juga mempersiapkan lomba tumpeng untuk komite sekolah, ibu-ibu PKK, dan umum.

”Tiga menu tersebut tidak semuanya dilakukan pada hari pertama, tetapi dibagi. Hari pertama sate kere yang dibagikan, kemudia tengkleng, dan hari terakhir sego liwet. Jadi satu hari satu menu. Selain itu festival kuliner ini juga diramaikan dengan 170 booth yang 30 persennya pelaku UMKM kuliner,” jelas Daryono kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (11/4).

Selain UMKM, SICF juga diikuti sejumlah hotel berbintang, restoran, usaha katering, sekolah pariwisata, perusahaan, serta food and beverage.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Surakarta, Hasta Gunawan menambahkan, konsep dapur tempo dulu akan mengangkat khasanah kuliner masa lalu dari sisi keragaman, kekayaan, hingga proses pembuatan. Demo Dapoer Tempo Doeloe akan menampilkan potensi kuliner, mulai dari cara memasak hingga penyajian yang menggunakan alat-alat zaman dulu.

”Jadi tidak pakai kompor, tapi tungku. Juga tidak ada peralatan berbahan plastik. SICF ini harapannya bisa memperkuat Solo sebagai kota kuliner. Tak hanya mendatangkan masyarakat Solo dan sekitarnya, tetapi juga berdampak pada wisatawan,” tutur Hasta.

(rs/gis/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia