Rabu, 14 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Bentrok di Kawasan Jogja, Seorang Bonek Tewas di Solo

Minggu, 15 Apr 2018 20:35 | editor : Fery Ardy Susanto

Jalan Mangunsarkoro, Kecamatan Banjarsari yang sempat menjadi lokasi kericuhan suporter, Sabtu dini hari (14/4).

Jalan Mangunsarkoro, Kecamatan Banjarsari yang sempat menjadi lokasi kericuhan suporter, Sabtu dini hari (14/4). (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

SOLO – Perjalanan pulang para suporter usai menyaksikan pertandingan sepak bola Persebaya Surabaya kontra PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul, Jogjakarta memakan korban. Seorang suporter meninggal, diduga akibat mengalami luka parah di bagian kepala, Sabtu dini hari (14/4).

Adalah MP, 17, warga Jalan Brigjen Katamso, Waru, Sidoharjo, Jawa Timur. Dia sempat menjalani perawatan di RSUD Dr. Moewardi.

“Dari informasi akibat benturan benda keras. Apakah itu batu atau yang lain, kita belum mendapat informasi yang jelas,” ujar Kapolsek Jebres Kompol Juliana, Sabtu (14/5).

Menurut kapolsek, pihaknya mendapat laporan ada rombongan suporter menggunakan puluhan truk melintas dari arah barat menuju timur. Kemudian berhenti di depan RSUD Dr.Moewardi.

“Dari laporan anggota, ada sekitar 12 orang (suporter) yang menderita luka. Satu di antaranya meninggal, satu masih dalam perawatan intensif, sedangkan lainnya sudah pulang dan hanya menjalani rawat jalan. Kita sudah menghubungi pihak keluarga dari suporter yang meninggal untuk segera mengambil jenazah,” beber Juliana.

Ketika masuk UGD RSUD Dr.Moewardi, imbuh kapolsek, suporter yang masih dirawat intensif mengalami cedera otak sedang, pendarahan otak bagian depan bawah sebelah kanan, serta pembengkakan otak.

Ditambahkan kapolsek, bentrok suporter bukan terjadi di wilayah hukum Kota Bengawan. Sebab, pengawalan ketat dilakukan sejak rombongan truk suporter masuk Kota Solo, tepatnya perempatan Faroka hingga tiba di RSUD Dr. Moewardi.

“Ketika dalam perjalanan, salah seorang suporter meminta truk berhenti di rumah sakit karena ada anggota mereka yang luka dan sudah tidak tahan,” ungkapnya.

Dari keterangan salah seorang teman korban, rombongan suporter terlibat bentrok di kawasan Jogjakarta. Saat ini pihaknya fokus menangani pemulangan jenazah dan suporter yang masih dirawat intensif.

“Truk yang membawa suporter langsung kembali ke Surabaya. Pengawalan dilanjutkan dari Polres Karanganyar,” jelasnya.

Terpisah, Kasubbag Hukum dan Humas RSUD Dr. Moewardi Eko Haryati menuturkan, pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail luka yang dialami para suporter. Tapi, yang jelas pihak keluarga suporter meninggal dunia telah dihubungi agar segera melakukan penjemputan jenazah.

“Keluarga sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sedangkan satu (suporter, Red) yang masih kritis ditangani di UGD,” ungkapnya.

Sementara itu, kericuhan suporter juga sempat terjadi di kawasan Banjarsari, tepatnya di Jalan Mangunsarkoro.

“Bukan bentrok, hanya misskomunikasi. Situasi sudah kondisif dan tidak melebar,” terang Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana.

Keterangan saksi mata, keributan di Jalan Mangunsarkoro terjadi sekitar pukul 03.30-04.00.

“Suasana kacau sekali. Saat saya tengok sudah banyak orang saling lempar dengan yang di dalam truk,” ujar  Bayu Santoso warga setempat.

Meskipun begitu, sepengetahuannya tidak ada kerusakan pada bangunan di sekitar lokasi kejadian. Termasuk rumah makan tempat Bayu bekerja yang buka selama 24 jam.

Saksi lainnya Sri Widiati mengatakan, keributan pada dini hari itu membuat warga ketakutan.

“Posisi saya di dalam rumah. Cuma mengintip lewat jendela. Paginya, saya lihat masih banyak kayu dan batu berserakan di jalan,” pungkasnya.

(rs/atn/ves/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia