Kamis, 18 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Bahasa Asing Sering Jadi Momok Fresh Graduate

Jumat, 20 Apr 2018 11:20 | editor : Fery Ardy Susanto

Siswa SMKN 6 Surakarta mengikuti ujian praktik kompetensi di sekolah setempat.

Siswa SMKN 6 Surakarta mengikuti ujian praktik kompetensi di sekolah setempat. (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)

SOLO – Pesatnya kemajuan dunia pariwisata di Indonesia membuat tren traveling kian meningkat. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya wisatawan mancanegara yang datang berlibur ke berbagai tempat wisata di Indonesia. Karena itu, orang yang terjun ke bidang ini harus memiliki kompetensi tentang pemanduan wisata. Terutama soal penguasaan bahasa asing.

“Di samping attitude yang bagus, bahasa asing juga harus lancar dikuasai. Terpenting bahasa Inggris. Agar wisatawan mancanegara tidak mengalami kesulitan dalam menerima informasi. Ini berkaitan dengan kelancaran menyampaikan informasi penting selama perjalanan wisata,” ujar Khuni’ah, guru pemandu wisata SMKN 6 Solo  saat pelaksanaan ujian praktik kompetensi (UPK) di sekolah setempat, kemarin.

Khuni’ah menekankan bagi siswa SMK jurusan usaha perjalanan wisata (UPW), penggunaan bahasa asing sudah tak lagi menjadi momok. Sebab mereka dibekali dengan kemampuan berbahasa internasional, bahasa Inggris dan Jepang.

“Ini bertujuan memberikan modal kepada para lulusan saat terjun di dunia kerja yang menuntut mereka berinteraksi dengan tamu atau wisatawan asing,” sambungnya.

Untuk kompetensi pemanduan wisata, lanjut Khuni’ah, para siswa dituntut fasih berbahasa Inggris. Sebab mereka akan melayani kebutuhan wisatawan asing mulai dari penjemputan di bandara, penangan bagasi, mengondisikan wisatawan untuk on board, sampai memberikan penjelasan tentang tempat-tempat penting selama perjalanan wisata.

“Mereka sudah kami latih berbahasa Inggris. Harapannya, kelak mereka tidak lagi kesulitan menangani wisatawan asing,” imbuhnya.

(rs/aya/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia