Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Mengenang Jasa Pahlawan Kesetaraan Perempuan

23 April 2018, 13: 09: 18 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Ketua TP PKK Sukoharjo, Etik Suryani di sela peringatan Hari Kartini di Pendopo Graha Satya Praja, Senin (23/4).

Ketua TP PKK Sukoharjo, Etik Suryani di sela peringatan Hari Kartini di Pendopo Graha Satya Praja, Senin (23/4). (RYANTONO PS/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo memperingati Hari Kartini ‎ke-139 di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Senin (23/4). Dalam kegiatan tersebut dibacakan rekam jejak pahlawan emansipasi perempuan tersebut semasa hidupnya. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya dan Ketua TP PKK Sukoharjo, Etik Suryani. 

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sukoharjo, Proboningsih mengatakan, ‎semangat Kartini diharapkan meningkatkan kualitas keluarga dan karakter. Dia mengatakan, kegiatan dihadiri 700 orang. Semua yang hadir diharapkan mampu dan mau melanjutkan cita-cita R.A Kartini.

"Juga ada berbagai lomba yang kami adakan," tuturnya kepada Jawa Pos Radar Solo. 

Etik Suryani menambahkan, R.A Kartini memperjuangkan kesetaraan hak wanita tanpa kenal lelah. Apalagi saat itu masih di zaman penjajahan. Tidak ada perempuan yang bisa mengenyam bangku pendidikan.

"Dia (Kartini) tumbuh cerdas dan berhati lembut," cerita Etik. 

Etik melanjutkan, Kartini prihatin dengan kondisi perempuan di Indonesia. Dia sempat meminta ke orang tuanya untuk sekolah agar mendapat gelar dokter. Namun tidak diizinkan lantaran harus dipingit. ‎Untuk menghilangkan kesedihan, Kartini mengumpulkan banyak buku dan terus membaca.

Dari kegemarannya membaca , dia tertarik dengan kemajuan wanita di Eropa. Di sana wanita tak sekadar hidup di dapur. Juga harus berilmu. Akhirnya, Kartini mengumpulkan teman-temannya dan mengajari membaca serta tulis. Selain itu, Kartini juga gemar mengirim surat ke teman-temannya di Belanda.

"Dia bercerita tentang kondisi di Indonesia," papar Etik.

‎Setelah itu, Kartini menikah dan mengikuti suaminya ke Rembang. Di sana dia mengembangkan usahanya dan mendirikan sekolah. Kartini memiliki keyakinan, rakyat tidak akan maju jika perempuannya tidak berkembang. Dengan usahanya, dia berhasil mengangkat derajat wanita dengan menerbitkan buku Habis Gelap Terbilah Terang

Sementara itu, Wardoyo Wijaya menyebut berkat perjuangan Kartini, wanita mendapatkan kesetaraan hak yang sejajar dengan laki-laki. Terbukti, banyak yang menduduki posisi penting di DPRD, pemerintahan, dan lain sebagainya.

"Ini menunjukan wanita memiliki peranan penting," kata Wardoyo.

(rs/yan/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia