Kamis, 15 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Ngapeman-Gladag Ditutup Satu Jam

Kamis, 26 Apr 2018 11:48 | editor : Fery Ardy Susanto

Jalan Slamet Riyadi, mulai perempatan Ngapeman hingga Gladak ditutup.

Jalan Slamet Riyadi, mulai perempatan Ngapeman hingga Gladak ditutup. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Penting untuk dicatat bagi masyarakat yang beraktivitas melalui jalan Slamet Riyadi, khususnya antara simpang empat Ngapeman hingga Gladag. Jumat (27/4), jalur tersebut akan ditutup untuk gladi bersih Solo Menari 2018 selama satu jam. Mulai pukul 08.00-09.00 WIB.

Kegiatan Solo Menari 2018 akan dilaksanakan pada Minggu (29/4) di sepanjang Slamet Riyadi mulai simpang empat Ngapeman hingga Gladag. Gelaran tersebut melibatkan 5.000 orang yang akan menari Gambyong secara bersama-sama.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta Ari Wibowo menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan. Seluruh jalur dari Ngapeman hingga Gladag ditutup total untuk seluruh jenis kendaraan.

Empat persimpangan yang berada di antara jalur penutupan itupun dipastikan tidak dapat dilintasi. Jalur lambat juga dipastikan tidak dapat digunakan karena akan dijadikan lokasi parkir peserta Solo Menari.

Dia menyebut penggunaan jalur lambat sebagai lokasi parkir hanya berlaku saat gladi bersih. Sedangkan saat pelaksanaan hari H menggunakan lahan parkir seperti saat car free day (CFD) setiap minggu.

“Untuk pengalihan arus yang akan ke arah timur bisa melalui simpang empat Ngapeman ke utara masuk ke jalan Gajah Mada sampai jalan Yosodipuro, bundaran Monumen Pers ke arah timur, melalui belakang Pura Mangkunegaran ke sisi timur kemudian Ronggowarsito. Ronggowarsito dari Keprabon sampai Telkom berlaku dua arah,” jelasnya saat jumpa pers di Balai Kota Solo, Rabu (25/4).

Kabid Kesenian, Sejarah dan Sastra, Dinas Kebudayaan Surakarta, Maretha Dinar memastikan persiapan peserta gladi besok sudah rampung. Selain penari, panitia juga akan melakukan setting audio sesuai dengan yang akan digunakan pada hari pelaksanaan. Hingga kemarin, panitia mencatat telah mendapatkan kepastian peserta dari SMP dan SMA negeri maupun swasta, perwakilan warga setiap kecamatan serta partisipasi dari lima sanggar tari di Kota Solo.

“Kami juga membuka peluang bagi instansi atau perusahaan swasta yang akan ikut menjadi peserta Solo menari,” ujarnya. 

(rs/irw/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia