Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Lebih Dekat Dengan Umat lewat Bersih Masjid

01 Mei 2018, 21: 05: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Lebih Dekat Dengan Umat lewat Bersih Masjid

SOLO – Dalam rangka merayakan milad ke-26 tahun sekaligus menyambut bulan Ramadan, Bank Muamalat Kantor Cabang Solo mengadakan kegiatan Gerakan Bersih Masjid, Sabtu (28/4), di Masjid Wustho, Mangkunegaran. Kegiatan ini menjadi salah satu dari berbagai rangkaian acara menjelang perayaan Hari Jadi Bank Muamalat pada 1 Mei mendatang.

Branch Manager Bank Muamalat Kantor Cabang Solo, Budi Santoso mengungkapkan kegiatan ini dilakukan serentak. Di semua kantor cabang seluruh Indonesia dan Kuala Lumpur dengan sebanyak 260 masjid.

“Begitu juga di cabang Solo, tujuh kantor cabang di masing-masing kabupaten di Eks Karesidenan Surakarta juga melakukan kegiatan bersih-bersih masjid. Mulai dari menyapu, mengepel, membersihkan kamar mandi, sampai mencabut rumput. Kami berikan bantuan peralatan kebersihan dan jam digital. Kami juga lakukan dialog dengan takmir masjid terkait kegiatan apa saja yang bisa kami bantu,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Budi menambahkan meskipun kegiatan ini tergolong sederhana. Namun kegiatan ini sebagai bentuk komitmen Bank Muamalat sebagai bank syariah yang tidak hanya melulu melakukan bisnis transaksi perbankan. Tapi juga peduli dengan umat.

“Kegiatan ini sebagai langkah awal kami untuk mendekatkan diri kepada umat sekaligus melakukan syiar. Rencananya kegiatan ini akan kami lakukan rutin. Kami akan berkeliling ke masjid-masjid di Kota Bengawan untuk melakukan kegiatan serupa,” jelasnya.

Budi mengaku kegiatan ini juga sebagai ajang eksistensi Bank Muamalat di mata masyarakat. Sebab, meski sudah berdiri selama 26 tahun sebagai pioneer bank syariah. Masih banyak masyarakat yang belum paham tentang Bank Muamalat.

“Harapannya, Bank Muamalat bisa lebih dekat dengan umat. Kami ingin tunjukkan bahwa bank syariah sudah hadir di tengah-tengah masyarakat,” sambungnya.

Selain Gerakan Bersih Masjid, akan ada kegiatan lanjutan bertajuk Solusi Masjid. Kegiatan tersebut berupa pemberdayaan masjid dengan memberikan pelatihan manajemen pengelolaan masjid. Budi menjelaskan pihaknya ingin masjid bisa menjadi mitra Bank Muamalat. Tak hanya sekadar sebagai tempat ibadah, masjid juga bisa menjadi pusat ekonomi.

“Masjid bisa menjadi gerainya Bank Muamalat. Jadi ada kegiatan ekonomi yang dilakukan di masjid. Takmir masjid bisa menjadi agen haji Bank Muamalat. Umat juga bisa melakukan transaksi, mulai dari membayar listrik, telepon, air, dan lain sebagainya bisa di masjid. Benar-benar lebih dekat dengan umat,” tandasnya.

(rs/aya/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia