Minggu, 23 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Sebelum Berpulang, Gogon Srimulat Selalu Singgung Tentang Kematian

Rabu, 16 May 2018 14:25 | editor : Fery Ardy Susanto

Kerabat membawa foto Gogon Srimulat.

Kerabat membawa foto Gogon Srimulat. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

DUNIA hiburan tanah air kehilangan salah seorang sosok komedian legendaris. Margono alias Gogon Srimulat menghembuskan napas terakhir, Selasa (15/5) pagi usai manggung di Lampung. Jenazah Gogon dikebumikan di kampung halamannya di Pengging, Desa Bedan, Banyudono, Boyolali Rabu (16/5).

Isak tangis mengiringi kedatangan jenazah Gogon di rumah duka, Selasa sore (15/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Istri dan anak mendiang tak henti-hentinya mengucurkan air mata, saat peti jenazah tiba di rumah duka.

Sri Lestari, istri almarhum menangis sejadinya. Bahkan dia sempat tekulai lemas tak berdaya saat peti jenazah disemayamkan di rumah duka. Begitu juga dengan sang menantu, Wahyuningsih juga tak kuasa membendung air mata.

Perempuan yang akrab disapa Nining ini mengaku kaget mendapat telepon dari suaminya yang juga anak lelaki Gogon, Ari Mustika yang memberitahu kabar meninggalnya sang mertua pada pukul 05.00 WIB.

“Bapak pentas di Lampung ditemani suami Senin malam (14/5),” kata Nining.

Usai pentas, rombongan langsung pulang dan menginap di hotel terdekat dengan bandara. Mengantisipasi agar tidak terlambat check in di bandara. Mengingat pesawat dijadwalkan terbang pukul 07.40 WIB.

“Mendadak, almarhum mengeluhkan sakit dan langsung dibawa ke rumah sakit. Ternyata nyawanya tidak tertolong hingga meninggal,” ujarnya.

Disinggung pesan terakhir almarhum, Wahyuningsih langsung tertunduk. Beberapa kali tangannya mengusap air matanya. Dia mengaku masih sempat mengantarkan almarhum bersama suaminya yang akan berangkat ke Lampung.

“Bapak dan Mas Ari berangkat lewat bandara Jogja, Minggu (13/5),” ujarnya.

Sembari terisak, Nining kaget karena almarhum selama perjalanan ke bandara Jogja senantiasa bercerita tentang kematian.

“Saya sempat mengingatkan agar bapak bercerita hal-hal lain. Namun beliau tetap bercerita tentang kematian itu. Bapak juga meminta agar kami semua tetap rukun,” beber Nining.

Nova Mustika, anak bungsu almarhum mengaku sebelum Gogon pergi ke Lampung untuk pentas, dia tak mendapatkan firasat apa-apa. Nova saat dikabari masih berada di Jakarta dan langsung bergegas pulang ke Pengging, Boyolali.

“Saya baru datang menjelang sore tadi,” kata Nova.

Sementara itu, di rumah duka, sejumlah seniman juga sudah mulai berdatang. Di antaranya Kirun dan Didi Kempot. Kirun datang usai melayat Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono ikut merasakan kepedihan mendalam.

Di waktu yang tak terpaut jauh, dua sahabatnya sesama seniman pergi meninggalkannya.

“Semalam dapat berita itu (meninggalnya Ki Enthus Susmono), malah tadi pagi Mas Gogon (meninggal),” kata Kirun dengan raut muka sedih.

Kirun mendapatkan informasi langsung dari anak sulung Gogon, Ari Mustika yang mendampingi ayahnya saat pentas di Lampung bersama sejumlah seniman lainnya. Dia pun sangat kaget atas kabar duka itu.

“Dia pingsan saja masih bisa guyon. Gogon itu orangnya asyik. Enak diajak guyon,” kata Kirun.

Didi Kempot juga tak kalah kaget. Sebelum Gogon menghembuskan nafas terakhir saat dibawa ke rumah sakit di daerah Bandar Lampung, dia sempat berada satu panggung. Kebersamaan Didi dengan Gogon di Lampung itu tanpa sengaja. Keduanya diundang panitia acara.

“Jadi berangkatnya duluan Mas Gogon dibandingkan saya,” kata Didi.

Didi mengaku saat pentas di Lampung Utara, Gogon merasa kesulitan bernapas. Tetapi, karena Gogon merupakan seniman profesional, almarhum tetap tampil maksimal dalam menghibur masyarakat .

“ Mainnya (pentas) bagus. Saya sampai terpingkal-pingkal. Almarhum juga sempat nyanyi Perawan Kalimantan. Itu laguku sama temanku,” ujar Didi.

Gombloh Sujarwanto, sahabat karib Gogon mengaku terakhir ditelepon almarhum untuk diajak pentas di Lampung. Namun dirinya tidak bisa memenuhi ajakan itu lantaran ada pentas sendiri di Wonogiri. Gombloh menilai Gogon adalah sahabat yang setia.

“Itu sudah terasa sejak dia dan Gogon serta pelawak Sugeng masuk grup lawak Srimulat 1985 lalu. Dia orangnya suka menolong,” ujarnya.

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia