Rabu, 19 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Polisi Terus Pelototi Harga Sembako

Kamis, 17 May 2018 10:50 | editor : Fery Ardy Susanto

Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede sidak ke pasar tradisional, Rabu (17/5).

Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede sidak ke pasar tradisional, Rabu (17/5). (IWAN DWI WAHYU/RADAR SOLO)

WONOGIRI - Selama Ramadan hingga jelang Lebaran, kepolisian akan intensif memantau harga. Hingga H-1 Ramadan ini harga bahan kebutuhan pokok masih relatif stabil.

Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede melalui Kasat Reskrim AKP M Kariri menjelang Ramadan harga kebutuhan pokok di Pasar Wonogiri dan pasar kecamatan masih stabil dan kondusif. Tidak ada lonjakan harga yang cukup signifikan dari hasil pantauan anggota di pasar-pasar.

“Ya kenaikan khususnya sembako ada sih, tapi kecil sekali,” kata Kariri saat ditemui di Pendapa Kantor Bupati Wonogiri, Rabu (16/5)

Menurut Kariri, pihaknya belum akan melakukan pengecekan harga dan stok di tingkat agen atau distributor. Pasalnya, harga di pasaran masih cukup kondusif belum ada lonjakan harga yang serius. 

“Kalau harga naik tidak wajar baru kita cek ke distributor. Kita lidik, ini ada apa kok harga naik. Pasti ada yang salah di rantai distribusinya,” ujarnya. 

Selain memantau harga bahan kebutuhan pokok, kepolisian juga akan menggandeng BPOM untuk merazia bahan-bahan yang kadaluwarsa. Sasarannya adalah makanan dan minuman yang biasa digunakan untuk parcel.

“Nanti akan gandeng BPOM. Masyarakat kita kalau hari raya kan biasa kirim parcel. Nah ini yang kita awasi, jangan sampai barang yang kadaluwarsa diperjualbelikan,” ujar Kariri.

Kasatreskrim AKP M Kariri menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas para penimbun kebutuhan pokok. Pasalnya, para penimbun dianggap melakukan pelanggaran pidana Pasal 133 Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.

“Kepada para pelaku usaha dilarang dengan sengaja menimbun atau menyimpan melebihi jumlah maksimal yang diperbolehkan atau di luar batas kewajaran untuk memperoleh keuntungan sehingga bahan pokok menjadi mahal atau melambung tinggi,” tutur Kariri, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede. 

Dia mengatakan, para penimbun sembako juga akan dijerat Pasal 104 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau denda Rp 50 miliar.

Kabid Perdagangan Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Wahyu Worayati menyebut bahwa menjelang Ramadan harga masih cukup stabil. Bahkan, untuk harga cabai rawit merah turun.

“Biasanya cabai kalau waktu seperti ini mahal, ini malah turun dari Rp 26.000 menjadi Rp 23.000. Kebutuhan pokok yang lain belum ada kenaikam harga,” kata Wahyu.

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia