Rabu, 19 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Jalur Alternatif Sukoharjo-Klaten Rusak Parah

Jumat, 18 May 2018 10:10 | editor : Fery Ardy Susanto

Kondisi jalan perbatasan Klaten-Sukoharjo, tepatnya di Kecamatan Weru yang rusak.

Kondisi jalan perbatasan Klaten-Sukoharjo, tepatnya di Kecamatan Weru yang rusak. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO )

SUKOHARJO - Jalan menjadi salah satu komponen penting. Sayang banyak jalan alternatif yang ternyata kondisinya memprihatinkan karena terdapat beberapa lubang yang bisa membahayakan pengguna jalan saat melintasinya.

Salah satu yang banjir keluhan adalah rusaknya jalur alternatif Sukoharjo-Klaten. Yakni salah satunya di daerah Weru. Masyarakat sekitar berharap ada pembenahan, mengingat jalur tersebut ramai dilintasi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.

Mohamad, warga Dukuh Ganggang, Desa Tawang, Kecamatan Weru mengatakan, banyak lubang menganga di jalan dekat kediamannya. Lubang-lubang menganga mulai terlihat di timur jembatan Gajing hingga Dukuh Ganggang, Desa Tawang. Di jalur tersebut, puluhan lubang dengan kedalaman bervariasi terlihat di sana sini. Sedang di sisi barat, beton mulai mengelupas.

Kerusakan sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Tetapi sejauh ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.

”Kalau malam hari jalur tersebut cukup membahayakan pengguna jalan,  sebab tidak ada penerangan jalan, padahal lubang di sana sini,” ujarnya.

Khusus untuk cor beton, usianya sudah sangat lama dan dulu seingat dia tidak dicor menggunakan peralatan modern. Cor hanya menggunakan mesin kecil manual, sehingga kualitasnya tidak bagus.

Hal senada juga diungkapkan Ari, warga setempat. Menurut dia, selain menjadi jalur alternatif menuju Klaten, jalur itu juga menjadi jalur menuju Jogja. Hanya saja, keberadaan jalur itu memang sejak dulu sering sekali rusak karena sering dilewati truk galian C.

”Hampir sepanjang hari hingga malam, truk-truk pengangkut pasir dari Kaliworo melalui jalur tersebut. Akibatnya, jalan cepat hancur sehingga merugikan pengguna jalan pada umumnya,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Weru, Samino mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengusulkan perbaikan di jalur tersebut, namun sejauh ini pihaknya belum tahu apakah sudah masuk rancangan perbaikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  atau belum.

”Nanti akan saya cek lagi apakah sudah masuk agenda diperbaiki atau belum,” ujar Samino.

(rs/yan/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia