Rabu, 19 Sep 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Ngakunya Anggota Polda, Tiga Pemuda Ini Nekat Menipu Janda Cantik

Jumat, 18 May 2018 16:22 | editor : Fery Ardy Susanto

Tiga tersangka penipuan janda diamankan di Mapolsek Serengan, Solo, Kamis (17/5).

Tiga tersangka penipuan janda diamankan di Mapolsek Serengan, Solo, Kamis (17/5). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Sudah apes masih tertimpa tangga. Itulah yang dialami Retno Tri Wijayanti. Setelah bercerai dan ditinggal suaminya masuk penjara, warga Kelurahan Joyontakan, Kecamatan Serengan ini malah diperas tiga pemuda yang mengaku sebagai anggota Resmob Polda Jateng.\

Pelaku yakni Panji Guruh, 26, Septian Dwi Hananto, 23, dan Gusti Jova Rahul Adnin Prayuda, 23. Ketiga pelaku merupakan warga Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon. Mereka berpura-pura mengatakan kalau korban tersangkut kasus narkoba.

Awalnya Retno ditelepon Panji. Pura-pura anggota Polda Jateng yang menangani kasus mantan suami Retno yang terjerat kasus narkoba.

“Saya kenal mantan suaminya yang masuk penjara karena dulu sahabat lama. Saya bilang dari pemeriksaan, mantan suaminya mengaku kalau dia (Tri Wijayanti) sebagai kurir sabu,” tutur Panji kepada Jawa Pos Radar Solo di Mapolres Serengan, Kamis (17/5).

Setelah itu, Panji menjemput korban di rumahnya dan diantar ke salah satu hotel di kawasan Banjarsari. Di dalam sebuah kamar hotel, sudah menunggu pelaku lain, yaitu Septian dan Gusti. Ketiga polisi gadungan tersebut berpura-pura menginterogasi korban layaknya anggota polisi beneran. Ujung-ujungnya, pelaku meminta uang Rp 3 juta agar tuduhan terhadap korban hilang dari berita acara pemeriksaan.

“Namun ditawar sama dia  Rp 1 juta. Akhirnya kami semua setuju. Tapi waktu itu dia minta waktu karena harus ke bank mengambil uang dulu, tapi memberi uang Rp 150 ribu. Setelah itu kami antar dia pulang ke rumahnya, dan HP-nya saya minta untuk jaminan,” ungkap Panji.

Panji sendiri melakukan aksi pemerasan karena beberapa hari sebelumnya, sempat memesan sabu kepada mantan suami korban. Namun barang pesanan tak kunjung datang.

“Terus mantan suaminya memerintahkan saya untuk minta uangnya kepada korban,” beber Panji.

Merasa curiga terhadap para pelaku, korban menuju Polsek Serengan untuk membuat laporan. Mendengar aduan korban, polisi juga menduga kuat adanya praktik aksi tipu-tipu dan pemerasan yang baru saja dialami korban. Setelah itu, pihak kepolisian dan korban menyusun skenario penjebakan.

“Kami minta korban menghubungi pelaku kalau uang yang mereka minta sudah disiapkan dan dijemput di rumah. Awalnya para pelaku sempat meminta korban yang keluar rumah, namun kami paksa pelaku yang datang. Benar saja, sekitar 1 jam berselang, pelaku masuk jebakan. Setelah itu, langsung kami ringkus,” terang Kapolsek Serengan, Kompol Giyono.

Setelah berhasil menangkap dan menginterogasi di tempat, diketahui dua pelaku lain berada di sebuah warnet di belakang Rumah Sakit Islam (RSI) Kustati. Setelah mengetahui ciri-ciri pelaku, pihak berwajib langsung meringkus kedua pelaku di lokasi tersebut.

"Setelah kami amankan, ternyata pelaku merupakan buron di Polsek Pasar Kliwon, Banjarasari, Jebres, dan Satreskrim Polresta Surakarta terkait kasus pencurian,” ujar lapolsek.

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia