Minggu, 19 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Alat Ini Bisa Memasak Rendang dengan Cepat

Sabtu, 19 May 2018 16:45 | editor : Fery Ardy Susanto

Indrajati Wahyuningtyastuti dan rendang cooker modification hasil karyanya yang memudahkan memasak rendang.

Indrajati Wahyuningtyastuti dan rendang cooker modification hasil karyanya yang memudahkan memasak rendang. (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)

MAYORITAS lidah orang Indonesia cocok dengan rendang. Tapi, belum tentu semua bisa memasak menu khas Sumatera Barat tersebut. Apalagi memasaknya butuh proses cukup panjang.

Nah, di tangan Indrajati Wahyuningtyastuti, santriwati kelas X SMA IT Nur Hidayah Boarding School Solo, proses memasak rendang jadi lebih cepat dan mudah. Rasa rendang yang dihasilkan pun tetap nendang.

“Memasak rendang itu capek banget. Butuh banyak tenaga dan waktu yang lama. Harus terus mengaduk. Capek dan panas karena apinya harus selalu besar biar santannya nggak pecah. Nah, aku ingin bikin alat biar tangan nggak capek saat masak , rendang,” beber gadis yang akrab disapa Jati ini kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (18/5).

Jati memutar otak untuk menemukan cara ampuh. Alhasil, dia menemukan alat yang diberi nama Rendang Cooker Modification. Alat ini memudahkan orang-orang memasak rendang. Perpaduan mixer dengan rice cooker.

Namun, mixer yang digunakan tidak secepat saat membuat roti. Mixer didesain khusus sebagai pengaduk yang gerakannya diperlambat agar daging rendang tidak hancur.

“Aku pakai elektro motor dari pendingin ruangan juga. Tapi kecepatannya diperlambat seperti orang mengaduk biasa. Memperlambat gerakan itu pakai alat khusus, namanya dimmer. Ini menjaga daging tetap utuh saat diaduk,” jelas dara kelahiran Gunung Kidul, Jogja, 1 April ini.

Untuk membuat Rendang Cooker Modification tersebut, menghabiskan biaya Rp 1 juta dengan proses pembuatan selama tiga minggu. Jati mengaku paling susah menemukan elektro motor sebagai alat pengaduk.

“Yang bikin mahal itu bikin penyangganya. Kalau pemanasnya kan sudah dari rice cooker. Rice cooker yang dipakai nggak harus baru. Bekas juga bisa, asal masih berfungsi sebagai pemanas,” sambung anak pertama dari dua bersaudara ini.

Karyanya ini berhasil menjuarai lomba internal sekolah Ide Ilmiah. Jati juga mengikutsertakan alat buatannya ini di kompetisi Kreasi dan Inovasi (Krenova) tingkat Kabupaten Sukoharjo.

Saat ini, dirinya sedang persiapan mengikuti ajang National Young Inventors Award (NYIA) yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“Alat ini juga sudah diminta sekolah untuk proses pasteurisasi susu. Dari susu segar dimasak agar bakterinya mati kan juga butuh panas dan diaduk. Jadi nggak cuma bisa buat rendang saja,” imbuhnya.

Rencana terdekat, Jati akan memperbarui lagi alat buatannya tersebut. Menurutnya, masih ada kekurangan yang perlu dibenahi. Jati akan menambahkan indikator kematangan rendang yang ditandai dengan berhentinya alat pengaduk.

“Semoga dengan alat ini masakan Indonesia, khususnya rendang tetap lestari karena proses memasaknya lebih mudah,” pungkasnya.

(rs/aya/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia