Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Bank BTN Solo Digugat Nasabah

25 Mei 2018, 15: 15: 13 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Pengacara menunjukkan surat kuasa dari kliennya untuk menangani gugatan perdata ke BTN Solo.

Pengacara menunjukkan surat kuasa dari kliennya untuk menangani gugatan perdata ke BTN Solo. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Merasa asetnya dilelang tanpa pemberitahuan sebelumnya, Toto Haryanto warga Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo menggugat Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Surakarta secara perdata. Di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

Kuasa hukum penggugat Haryo Anindhito Setyo Mukti menuturkan, kasus tersebut bermula ketika kliennya meminjam uang di BTN Cabang Surakarta senilai Rp 1 milliar pada 2015 dengan menjaminkan tiga sertifikat tanah miliknya.

Tiga bidang tanah tersebut berukuran 2.322 meter persegi di Dukuh Bayana RT 01 RW 04 Desa Bakipandeyan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, serta dua bidang tanah dan bangunan yang masing-masing seluas 484 meter persegi dan 2.060 meter persegi di RT 02 RW 02 Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Haryo, pelunasan utang kliennya ke BTN terkendala karena ada masalah ekonomi yang dialami Toto pada Febuari tahun ini.

“Klien kami meminta dan mengajukan  kepada BTN untuk keringanan mencicil. Pihak kami akan menjual aset pribadi lain guna melunasi tanggungan utang miliknya,” ujarnya.

Namun, tiba-tiba sepekan lalu, lanjut Haryo, ada petugas dari BTN mendatangi rumah Toto untuk memberikan surat pemberitahuan jika aset tanahnya yang dijaminkan untuk utang dilelang di Kantor Pembendaharaan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta.

“Tidak hanya itu, di gerbang rumah juga ditandai kalau aset tersebut dalam proses lelang,” terang Haryo.

Atas dasar itu, Toto menggugat BTN secara perdata dengan nomor perkara 131/Pdt.G/PN.Skt pada Senin (21/5). Itu karena BTN dinilai melanggar standard operational procedure (SOP).

“Seharusnya ada surat somasi dulu dari pihak BTN dengan jangka waktu dua pekan tiap pemberian somasi. Tapi, ini belum ada somasi sama sekali asetnya akan dilelang,” tegasnya.

Kecurigaan lainnya, imbuh Haryo, lelang akan dilakukan secara tertutup. Itu diketahui setelah pihak pengengacara melakukan pengecekan di KPKNL.

“Kami curiga aset akan dijual murah. Padahal sesusai NJOP (nilai jual objek pajak, Red), seluruh aset milik klien kami kalau dijual menyentuh angka Rp 4 milliar. Tidak sebanding dengan utangnya,” ungkapnya.

Ditambahkan Haryo, akibat tindakan BTN yang dinilai sewenang-wenang tersebut, istri Toto yang diketahui bernama Endang Setyowati mengalami stres yang mengakibatkan terserang stroke.

Sementara itu, Staf Administrasi Hukum Perdata PN Surakarta, Sri Mulyaningsih mengamini gugatan Toto terhadap BTN telah teregistrasi.

“Sidang akan dilaksanakan 6 Juni mendatang,” kata dia.

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia