Senin, 20 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Pelanggaran Parkir di Sukoharjo Marak

Sabtu, 26 May 2018 22:23 | editor : Fery Ardy Susanto

Penataan parkir di Sukoharjo Semrawut.

Penataan parkir di Sukoharjo Semrawut. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO )

SUKOHARJO - Beberapa catatan pelanggaran parkir disorot pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo. Kebanyakan penyalahgunaan tempat terjadi lantaran parkir di badan jalan. Selain itu ada juga temuan pelanggaran tarif.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo, Djoko Indrianto mengatakan, ada peningkatan pelanggaran parkir dibanding hari biasa. Kebanyakan pelanggaran parkir terjadi di tengah Kota Sukoharjo, mulai dari di Jalan Veteran, Jalan Jenderal Sudirman, hingga Jalan Slamet Riyadi.

Di lokasi tersebut banyak ditemukan kendaraan parkir di badan jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Bahkan tidak jarang dari kejadian tersebut terjadi kemacetan panjang kendaraan pada jam tertentu, khususnya sore hari menjelang buka puasa.

Temuan pelanggaran sama juga ditemukan petugas disejumlah wilayah lainnya seperti di Jalan Ir Soekarno, Solo Baru, Kecamatan Grogol, dan Kartasura.

Dinas Perhubungan Sukoharjo sudah melakukan penindakan dengan penertiban terhadap praktik pelanggaran parkir kendaraan. Bentuknya yakni dengan menyingkirkan kendaraan dari lokasi terlarang.

”Pelanggaran parkir kendaraan tidak hanya di badan jalan saja, namun juga banyak ditemukan di trotoar. Penindakan kami lakukan secara bertahap karena keterbatasan personel dan luasnya wilayah,” ujar Djoko Indrianto.

Penindakan dengan hanya menyingkirkan kendaraan diharapkan bisa membuat para pelaku pelanggaran khususnya masyarakat dan juru parkir sadar. Mereka tetap harus mematuhi semua ketentuan dalam aturan parkir.

"Di Sukoharjo belum ada penindakan parkir kendaraan dengan cara disegel, disita, diderek, ban digembosi dan lainnya. Kami lebih mengedepankan penindakan persuasif dulu baru setelah itu ditindak lebih tegas lagi," papar dia.

Kondisi situasional terjadi seperti di rumah makan. Di mana terjadi lonjakan pengunjung dengan membawa banyak kendaraan pada waktu sama saat buka puasa. Akibatnya tempat parkir yang disediakan pengelola rumah makan tidak dapat menampung semua kendaraan dan terpaksa diparkir di jalan raya.

Bentuk pelanggaran lain yang ditemukan, yakni berkaitan tarif parkir kendaraan, sebab juru parkir menarik tarif di luar ketentuan yang berlaku.

(rs/yan/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia