Senin, 20 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Utamakan Sedekah Orang Terdekat

Sabtu, 26 May 2018 23:40 | editor : Fery Ardy Susanto

Warga berdesakan antre di Balai Kota Surakarta untuk mendapatkan bantuan dari pemkot.

Warga berdesakan antre di Balai Kota Surakarta untuk mendapatkan bantuan dari pemkot. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

BAGI kaum milenial, segala informasi dapat diperoleh melalui media sosial yang selalu update 24 jam. Termasuk tentang pihak-pihak yang membutuhkan uluran tangan. Ya, saat ini banyak komunitas menghimpun donasi melalui online. Lantas bagaimana hukumnya dalam Islam

Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta Hatta Syamsuddin menjelaskan, dalam bersedekah memang ada prioritas untuk memberikan kepada orang-orang terdekat. Terlebih jika ada saudara atau tetangga yang lebih membutuhkan.

“Tentang sedekah kepada saudara, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah  ayat 215, mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan,” ungkapnya.

Rasulullah SAW juga menambahkan dalam sabdanya, sedekah kepada orang miskin hanya mendapatkan pahala sedekah saja, sedang sedekah kepada sanak kerabat mengandung dua keutamaan, yaitu sedekah dan menyambung tali kekerabatan. (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa'i, dan Ibnu Majah).

“Sementara kepada tetangga, dalam HR. Bukhori, Rasulullah SAW bersabda, Bukanlah orang yang beriman yang ia sendiri kenyang sedangkan tetangga yang di sebelahnya kelaparan,” imbuhnya.

Meskipun demikian, Hatta menjelaskan bukan berarti sedekah kepada mereka yang jauh tidak boleh. Tetap saja dibolehkan asal memang mereka membutuhkan. Terlebih lagi jika kita akan membayar zakat.

Misalnya, karena golongan mustahiq zakat itu lebih ketat persyaratannya, maka kita harus bisa memastikan bahwa lembaga yang mengadakan donasi online tepercaya dan amanah, lebih baik juga jika sudah mendapatkan izin dan sertifikasi dari pemerintah.

“Pada dasarnya donasi online sama dengan sedekah secara umum, hanya caranya saja yang berbeda, yaitu melalui online dan transfer. Karenanya, adab-adab dalam sedekah juga harus tetap dijaga secara umum, khususnya terkait tentang keikhlasan,” tandasnya.

(rs/aya/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia