Senin, 20 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Toleransi Bus Tunggu Penumpang 10 Menit

Minggu, 27 May 2018 20:05 | editor : Fery Ardy Susanto

Waktu tunggu penumpang di Terminal Tirtonadi dibatasi maksimal 10 menit.

Waktu tunggu penumpang di Terminal Tirtonadi dibatasi maksimal 10 menit. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO - Pengelola Terminal Tipe A Tirtonadi bakal menindak tegas setiap perusahaan otobus (PO) yang tidak memenuhi time table alias terlalu lama "ngetem". Kebijakan tersebut guna mencegah penumpukan armada di dalam terminal. Mengingat tahun ini akan ada puluhan ribu bus keluar-masuk terminal.

Sekadar informasi, diprediksi pada Lebaran tahun ini Terminal Tirtonadi akan kedatangan 25 ribu armada dan memberangkatkan lebih dari 8 ribu armada saat arus mudik.

"Kita pastikan setiap lima menit akan berangkat 2-3 bus. Toleransi paling lama 10 menit. Karena sesuai dengan fungsinya, terminal adalah lokasi dropping penumpang, bukan tempat ngetem," tegas Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Joko Sutriyanto kemarin (26/5).

Dijelaskannya, time table adalah jadwal keberangkatan dan kedatangan bus. Sesuai regulasi, jeda waktu dari bus datang dan menanti penumpang dalam terminal hanya sekitar sepuluh.

Selanjutnya, bus harus segera meninggalkan terminal untuk kembali mengaspal menuju tujuan masing-masing.

"Jika dibiarkan, akan terjadi penumpukan bus di dalam terminal. Imbasnya, berdampak pada penumpukan penumpang,” jelasnya.

Untuk mengoptimalkan aturan tersebut, Joko telah berkomunikasi dengan sejumlah PO agar seluruh sopirnya disiplin mematuhi time table.

Selain itu, penumpang juga diimbau tidak terlalu pilih-pilih bus, meskipun mereka berhak melakukan hal tersebut.

"Penumpang bisa langsung beli tiket dan naik bus yang tersedia, tidak usah menunggu PO lainnya," harap Joko.

Untuk pengaturan keluar-masuk pemudik gratis, imbuhnya, akan diarahkan ke sisi paling timur terminal. Ini guna membedakan dengan penumpang reguler maupun penumpang nonreguler.

"Pemudik gratis datangnya bergelombang. Untuk memudahkan pengelompokan, maka tempat harus dibedakan agar pendataan bisa lebih efisien dan memperlancar akses keluar kendaraan pribadi (motor pemudik, Red) saat meninggalkan terminal," papar Joko.

Di sisi lain, kesiapan armada untuk layani pemudik harus dipastikan dengan pengecekan (ramcek) saat bus datang dan hendak meninggalkan terminal.

"Petugas kita sediakan cutter dan cat semprot untuk menandai bus yang tidak lolos ramcek. Sedangkan bus yang lolos ramcek akan mendapatkan stiker khusus," jelas dia.

Kesehatan para pengemudi bus juga menjadi perhatian. Pengelola Terminal Tirtonadi akan menggandeng dinas kesehatan untuk melakukan cek kondisi fisik sopir dan tes narkoba.

Kepala Dinas Perhubungan Surakarta Hari Prihatno mengimbau kondisi setiap armada Lebaran harus optimal.

"Surat untuk pengecekan uji kendaraan ulang pada pengusaha angkutan dikirim pada H-15 Lebaran. Dilanjutkam pengecekan langsung ke garasi PO pada H-6 Lebaran. Dan terakhir dimaksimalkan dengan sidak gabungan di terminal," pungkasnya.

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia