Senin, 20 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Upaya Cegah Perkawinan Dini

Jumat, 08 Jun 2018 17:10 | editor : Fery Ardy Susanto

Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Anak di Sragen, Kamis (7/8).

Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Anak di Sragen, Kamis (7/8). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN - Perkawinan dini di kalangan remaja perlu ditekan oleh masyarakat. Anggota DPR RI Endang Maria Astuti dalam sosialisasi yang digelar di Sragen menyampaikan jika pernikahan di usia yang belum matang, tentu berdampak pada sejumlah aspek. Seperti psikologi, Kejiwaan, kesehatan dan pasti bermasalah dalam aspek ekonomi.

”Efek buruknya tentu lebih banyak lagi,” Endang.

Dirinya menilai penyebab pernikahan usia dini sebagain besar kejadin yang ada di lapangan saat ini adalah lantaran hamil di luar nikah, maupun adanya kasus kekerasan seksual.

Dirinya juga menilai dalam membangun sebuah keluarga jelas butuh banyak hal yang perlu di siapkan, salah satunya jelas kesiapan mental untuk berumahtangga, tentu bukan dimulai lantaran sebuah keterpaksaan.

Dia menyatakan pernikahan usia dini memang bisa dilakukan oleh mereka yang sudah berusia di bawah 18 tahun. Pada undang-undang no 1 tahun 1974 bahkan anak usia 16 tahun sudah diperbolehkan menikah, tetapi jika melihat kondisi masyarakat saat ini bisa dibilang tidak relevan lagi.

Dia menegaskan perlu pemahaman semua elemen tentang dampak buruk pernikahan usia dini.

”Dengan mengajak sejumlah elemen, kami berharap mampu memberi pemahaman, salah satunya jelas kepada pelajar, khususnya agar mereka tahu tentang dampak buruknya pernikahan dini,” tegasnya.

(rs/din/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia