Senin, 20 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Boraks dan Formalin Masih Beredar

Jumat, 08 Jun 2018 20:45 | editor : Fery Ardy Susanto

Ikan teri berformalin di sebuah pasar tradisional di Wonogiri.

Ikan teri berformalin di sebuah pasar tradisional di Wonogiri. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI - Tim gabungan dari organisasi perangkat daerah Kabupaten Wonogiri dan Kepolisian sisir pasar tradisional yang ada di Wonogiri. Hasilnya banyak temuan makanan tidak layak konsumsi diperjual belikan secara bebas.

Seperti ikan teri yang mengandung formalin, hingga kerupuk, karak beras dan jajanan pasar lainnya yang mengandung boraks. Selain itu, di salah satu toko modern ditemukan aneka makanan kecil (snack), minuman serta popok bayi (pampers) yang sudah kadaluwarsa.

”Terkait temuan itu, pertama akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pengawasan distribusi, dan pemasaran produk yang berbahaya tersebut,” kata Kepala Dinas Kabupaten Wonogiri, Adhi Dharma kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (7/6).

Blusukan ke pasar tradisional dilakukan tim gabungan dari bagian Kesra Setda Wonogiri, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan, hingga jajaran anggota Polres Wonogiri. Setidaknya sidak makanan dan minuman ini dilakukan di pasar-pasar di daerah Purwantoro, Jatisrono, Wuryantoro, Baturetno dan Wonogiri Kota, yang digelar pada Selasa sampai Kamis (5-7/6).

Saat sidak, tim dipersenjatai alat pendeteksi kadar air untuk daging. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kadar air dalam daging, untuk mengantisipasi adanya daging gelonggongan. Selama pengecekan tidak ditemukan daging yang kadar airnya lebih dari 70 persen. Kemudian, tim yang menyisir penjual ikan tampak menguji ikan teri pada tabung uji. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kadar formalin di dalamnya.

”Tes formalin hanya 5 menit, kami gunakan campuran aquades, natriumhidroxit dan serbuk Fo2. Kalau berubah warna menjadi ungu artinya ikan teri tersebut mengandung formalin,” ucap Abdullah, Bagian Labkes Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri.

Benar saja, setelah ikan teri yang telah dicampur dengan alat uji berubah menjadi ungu. Itu artinya ikan teri milik salah satu pedagang di Pasar Wonogiri Kota tersebut mengandung formalin, pihak kepolisian langsung mengamankan ikan teri tersebut.

”Kami amankan dulu, nanti akan kita selidiki lebih lanjut,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede melalui Kasat Reskrim AKP M. Kariri.

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia