Minggu, 19 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Terminal Ir Soekarno Siap Tampung Arus Mudik

Jumat, 08 Jun 2018 21:10 | editor : Fery Ardy Susanto

Sejumlah bus parkir berjajar di Terminal Ir. Soekarno Klaten yang masih tampak lengang dari arus mudik, Kamis (7/6).

Sejumlah bus parkir berjajar di Terminal Ir. Soekarno Klaten yang masih tampak lengang dari arus mudik, Kamis (7/6). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN – Persiapan menghadapi arus mudik terus dilakukan pengelola Terminal Ir. Soekarno Klaten. Terutama menyambut kedatangan 42 armada bus dari Jakarta yang merupakan program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).  Puluhan bus tersebut akan tiba di terminal secara bertahap mulai 9-13 Juni.

Diprediksi terdapat 1.500 bus setiap harinya yang akan masuk terminal Desa Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah tersebut selama Lebaran nanti. Mengalami peningkatan di hari biasanya yang hanya sekitar 700 bus saja.

”Kami perkuat seluruh sarana dan prasarana yang ada di Terminal Ir. Soekarno termasuk fasilitas toiletnya. Begitu juga pendirian posko yang akan melayani penumpang selama 18 hari kedepannya. Bagi penumpang yang merasa kelelahan dan menunggu perjalanan bus selanjutnya dapat beristirahat di sana,” jelas Koordinator Terminal Ir. Soekarno, Marjono kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (7/6).

Marjono memprediksi puncak arus mudik dan kedatangan bus dari Jakarta yang memasuki terminal, pada H-4 Lebaran. Rata-rata waktu kedatangan bus dari arah barat tersebut mulai pukul 02.00-05.00 WIB. Tetapi saat Lebaran nanti, bus yang masuk terminal akan molor hingga tiga jam karena kemungkinan terjebak kemacetan di perjalanan.

Terminal Ir. Soekarno diklaim siap menampung 85 armada bus. Begitu juga persiapan lahan parkir roda dua. Diarahkan di halaman gedung utama terminal. Jika nantinya tidak mencukupi, akan memanfaatkan jalur lambat yang berada di depan pintu masuk terminal.

”Sudah saya sampaikan ke seluruh agen bus untuk naik-turun penumpang harus dilakukan di dalam terminal. Jangan sampai ke terminal bayangan yang selama ini ada di Jalan Jogja-Solo seperti Prambanan, Bendogantungan, Karangwuni, maupun Srago. Harus dilakukan di terminal agar kami juga bisa melakukan pemantauan demi kenyamanan penumpang,” tegas Marjono.

Sementara itu guna memberikan rasa nyaman dan aman, dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi bus. Ini untuk memastikan bus yang digunakan untuk angkutan mudik laik jalan. Bus yang lolos pemeriksaan kelaikan jalan, ditandai dengan pemasangan stiker.

”Meski nantinya dalam pemeriksaan kondisi armadanya bagus, tetapi jika tidak dilengkapi surat-surat, tidak akan ditempel striker. Kami tidak mau disalahkan kalau ada apa-apa dengan bus. Pengecekan armada bus dilakukan dengan ketat,” tandasnya.

Kepala Dishub Klaten, Slamet Widodo mengaku pihaknya juga menyediakan program mudik gratis. Total ada sembilan armada bus yang disiapkan. Mengangkut warga Klaten dari Jakarta.

”Keberangkatan dari Jakarta 8 Juni. Kapasitas bus 55 orang. Diharapkan dapat mengakomodasi warga Klaten yang hendak berlebaran di kampung halaman,” bebernya.

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia