Selasa, 13 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Lifestyle

Ngaji via HP, Perhatikan Kebersihannya

Jumat, 08 Jun 2018 22:15 | editor : Fery Ardy Susanto

Aplikasi Alquran yang bisa diakses lewat Smartphone.

Aplikasi Alquran yang bisa diakses lewat Smartphone. (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

BULAN suci Ramadan tinggal beberapa hari lagi. Tapi, target mengkhatamkan Alquran masih jauh lantaran berbagai sebab. Ada yang memilih mengejar setoran membaca Alquran dengan cara men-download aplikasi Alquran di smartphone. Pertanyaannya, afdalkah mengaji menggunakan smartphone?

“Tidak masalah. Teknologi memang diciptakan untuk memudahkan manusia. Termasuk memudahkan dalam beribadah. Ambil contoh, dulu orang naik haji naik onta atau jika jauh naik kapal laut. Sekarang ada pesawat terbang,” beber ustad Fatchul Arifin anggota Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Solo.

Fatchul menjelaskan, teknologi seperti smartphone boleh dimanfaatkan untuk mengaji Alquran. Ketimbang hanya digunakan untuk bermain game atau browsing informasi yang kurang bermanfaat. Dengan catatan, Alquran dalam aplikasi tertulis dengan baik dan benar. Termasuk tajwid-nya.

“Hanya memang terkadang ruhnya jadi agak kurang. Jika biasanya saat hendak mengaji kita menyiapkan diri dengan baik. Mulai dari wudu, menutup aurat, duduk dengan tenang, dan menghadap kiblat. Nah, dengan adanya smartphone kita bisa ngaji di mana pun dan kapan pun,” bebernya.

Meski tidak terbatas tempat dan waktu, Fatchul mengimbau membaca Alquran lewat smartphone tetap memperhatikan kebersihan lokasi, dilengkapi dengan menghadap kiblat, sikap khusyuk, suci pakaian dan badan.

“Bisa membaca Alquran di kereta api, di pasar, di sekolah, di sela-sela kegiatan itu semua kita bisa mengaji. Tapi, jika karena kondisi, misal di kereta atau bus susah untuk menghadap kiblat, tidak masalah. Asal tidak berada di tempat kotor misalnya toilet tentu tidak boleh,” terangnya.

Ditegaskan Fatchul, membaca Alquran via smartphone tetap harus menjaga wudu, kekhusyukan, dan ketenangan.

“Dasar amal diterima Allah ada tiga. Niat karena Allah, caranya mengikuti aturan Allah, dan menjaga keikhlasan. Ketika ketiganya terpenuhi, insya Allah akan diterima,” pungkasnya.

(rs/aya/fer/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia