Rabu, 22 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Singa Afrika, Koleksi Baru Taman Jurug

Minggu, 10 Jun 2018 13:50 | editor : Fery Ardy Susanto

Singa Afrika masih stres karena baru tiba di TSTS, Kamis (7/6) malam.

Singa Afrika masih stres karena baru tiba di TSTS, Kamis (7/6) malam. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) kedatangan keluarga baru, yakni seekor singa Afrika, Kamis malam (7/6). Singa betina tersebut hasil pertukaran satwa dari Taman Rekreasi Margasatwa Serulingemas (TRMS) Banjarnegara.

Tiba di TSTJ pada pukul 23.30 WIB, singa yang berumur enam tahun itu masih mengalami stres lantaran menempuh perjalanan jauh dan harus dibius. Ditempatkan di kandang singa yang kebetulan kosong. Di kandang berukuran 3 x 5 meter, singa Afrika yang belum diberi nama itu hanya duduk terdiam di salah satu sudut.

“Singa Afrika ini hasil pertukaran satwa. Kami memberi dua kanguru dan satu beruk. Dia masih stres karena ditulup saat di bius. Jadi masih ketakutan. Termasuk saat keeper datang untuk memeriksa maupun memberi makan,” terang dokter hewan TSTJ, Siti Nuraini, Jumat (8/6).

Hewan karnifora itu, lanjut Siti, memerlukan waktu lima hingga tujuh hari untuk adaptasi. Setidaknya selama tiga hari ke depan singa Afrika pertama di TSTJ itu tidak doyan makan. Normalnya, dalam sehari dia menghabiskan daging ayam sebanyak 4,5 kilogram.

“Untuk mengurangi stres kita tambah dengan vitamin. Kondisi kandang kita steril. Apalagi ini pengunjung tidak terlalu banyak jadi bisa mempercepat masa pemulihan,” imbuhnya.

Setelah singa Afrika tersebut sembuh dari stres, TSTJ akan berusaha mencarikan pasangan. Karena usia enam tahun untuk singa sudah memasuki masa kawin. Siti menjelaskan, sejak usia tiga tahun, seekor singa sudah mengeluarkan tanda-tanda bahwa dia siap kawin.

Direktur TSTJ., Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso mengungkapkan, pihaknya akan kembali melakukan pertukaran satwa dengan kebun binatang lain di Indonesia. Terakhir, TSTJ tengah menjajaki kerja sama dengan Bali Zoo. Di sana memiliki koleksi relatif lebih lengkap. Bimo akan menyiapkan berkas-berkas untuk melakukan pertukaran satwa.

“Dengan tambahnya koleksi TSTJ ini semoga bisa menjadi menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke TSTJ,” katanya.

(rs/irw/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia