Senin, 20 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Gelombang Pemudik Serbu Stasiun Balapan

Minggu, 10 Jun 2018 14:05 | editor : Fery Ardy Susanto

Gelombang Pemudik Serbu Stasiun Balapan

SOLO - Memasuki H-7 Lebaran, banyak pemudik yang sudah mulai berdatangan. Di Stasiun Balapan Solo sendiri banyak yang memilih untuk mudik lebih awal waktu untuk menghindari kepadatan. Bahkan sudah mulai ada peningkatan hingga 100 persen dibandingkan hari biasanya.

Kepala Stasiun Balapan Suharyanto mengatakan bahwa untuk kereta yang datang pagi sudah ada Lodaya dan Argolawu. Untuk Lodaya penumpang datang pagi dengan keterisian berbeda. Lodaya regular keterisian mencapai 100 persen dengan kapasitas tempat duduk eksekutif 200 seat dan bisnis 320 seat. ”Sedangkan untuk Lodaya fakultatif keterisian hanya 87 persen. Jumlah kapasitasnya sama dengan yang regular, yakni total ada 520 seat,” ujarnya, Jumat (8/6).

Sedangkan untuk Argolawu yang kapasitasnya 450 seat tingkat keterisiannya sudah mencapai 100 persen. Baik yang regular maupun fakultatif. Menurut Suharyanto, momentum mudik Lebaran dengan kereta tidak ada puncak arus mudik. Mengingat setiap kereta sudah memiliki kapasitas masing-masing dan rata-rata tiap hari kedatangan kereta diperkirakan sama. Hanya saja jika dibandingkan dengan hari biasa sudah ada kenaikan mencapai 100 persen.

”Sebab tiap harinya tidak ada kereta fakultatif yang dioperasikan. Sehingga hanya kereta regular saja. dengan begitu perbandingannya naik 100 persen. Hanya yang tidak diprediksi adalah penumpang turun Solo atau Jogjakarta. Kalau seperti ini tidak bisa diperhitungkan,” jelasnya.

Pukul 08.00, pemudik mulai berdatangan. Salah satunya pemudik dari Jakarta Indrawan, 34, mengaku memilih mudik H-7 Lebaran. Apalagi saat ini libur Lebaran lebih panjang dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sehingga liburan bisa lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya.

”Kebetulan bisa pulang lebih awal karena liburnya lebih panjang. Kemarin cari tiket langsung dapat,” ucapnya.

Padahal sebenarnya perusahaan tempatnya bekerja belum memberikan libur. Namun karena tiketnya sudah didapat maka dirinya mendapat dispensasi dari perusahaan. Sehingga dirinya bisa pulang bersama dengan anak dan istri ke kampung halaman.

Tidak hanya di stasiun. Geliat pemudik juga mulai terjadi di Terminal Tipe A Tirtonadi. Namun diprediksi kepadatan akan terjadi mulai Minggu (10/6). Sebab, kedatangan pemudik gratis bakal secara bergelombang ada 10-14 Juni Meski demikian, khusus kendaraan peserta mudik gratis diprediksi tiba lebih awal di terminal.

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Joko Sutriyanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima jadwal keberangkatan peserta mudik gratis dari Kementerian Perhubungan sebagai acuan mengantisipasi kedatangan peserta mudik tersebut.

Berdasarkan catatatannya, 5.000 penumpang dengan 139 bus berbeda tersebut mulai diberangkatkan dari Jakarta secara bergantian sejak 9-13 Juni. Rinciannya, 16 bus diberangkatkan pada 9 Juni, 29 bus pada 10 Juni, 38 bus pada 11 Juni, 45 bus pada 12 Juni dan 11 bus pada 13 Juni.

“Kedatangan pemudik ini biasanya sehari setelah keberangkatan. Biasanya waktu tibanya dini hari. Jadi nanti sudah disiapkan makanan dan minuman dari Kemenhub untuk pemudik yang berdatangan,” jelas Joko saat ditemui di ruang kerjanya.

(rs/ves/vit/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia