Senin, 20 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Perbaikan Jalan Kyai Mojo Dihentikan Sementara

Minggu, 10 Jun 2018 14:10 | editor : Fery Ardy Susanto

Proyek pengecoran di Jalan Kiai Mojo, Pasar Kliwon yang dihentikan agar tidak mengganggu arus mudik.

Proyek pengecoran di Jalan Kiai Mojo, Pasar Kliwon yang dihentikan agar tidak mengganggu arus mudik. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Menyusul terbitnya imabaun penghentian pengerjaan proyek oleh pemerintah pusat, proyek di Kota Bengawan segera masuk masa penghentian sementara, tanpa kecuali peningkatan Jalan Kiai Mojo, Pasar Kliwon. Lantaran satu sisi jalan masih dalam tahap pengeceron dan tak bisa fungsikan selama Lebaran, jalan lintas wilayah tersebut dibuat satu jalur.

Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Joko Supriyanto mengungkapkan, pihaknya terpaksa menonaktifkan sisi jalan yang baru saja dicor tersebut lantaran masih belum memenuhi batas aman untuk dilintasi.

Ini disebabkan lantaran pengecoran awal dengan dengan beton rigid tersebut baru rampung diselesaikan belum lama ini. Kondisi itu setidaknya memerlukan pemadatan 28 hari hingga bisa dilalui kendaraan.

"Pengecoran awal di sisi utara Jalan Kiai Mojo baru dimulai 14 Mei. Kemudian pengecoran terakhir baru dilakukan 28 Mei. Mau tidak mau separo Jalan Kiai Mojo ditutup karena belum bisa dilalui kendaraan," tegas Joko. 

Dengan demikian, ruas jalan penghubung Solo-Sukoharjo itu terpaksa ditutup separo hingga arus balik Lebaran usai.  Mulai hari ini, proyek jalan lainnya juga dihentikan sementara hingga 24 Juni.

DPUPR melarang kendaraan berat melintasi Jembatan Mojo karena dikhawatirkan dapat memperparah kerusakan jembatan yang masih dalam tahap perbaikan.

"Mungkin saja berpotensi menimbulkan kemacetan. Tapi, memang ini yang paling baik melihat kondisi jalannya yang masih dalam tahap perbaikan serta mempertimbangkan kerawanan Jembatan Mojo untuk mengantisipasi tidak ada kendaraan berat berhenti di atas jembatan saat macet," bebernya. 

Sekadar informasi, usai masa angkutan lebaran, DPUPR Surakarta akan menggenjot perbikan Jalan Kiai Mojo yang ditargetkan selesai September. Nantinya, jalan tersebut berubah menjadi kategori A yang mampu menahan beban kendaraan hingga 12 ton.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta Ari Wibowo menerangkan, pihaknya telah berkoordonasi dengan Pemkab Sukoharjo agar untuk sementara kendaraan berat tidak melintasi Jalan Kiai Mojo. Sebagai jalur alternatif penghubung Solo dan Sukoharjo, pengendara bisa melintasi Jembatan Bacem. 

"Kami khawatir kendaraan berat bisa memicu penumpukkan kendaraan, sehingga pengendara terpaksa berhenti di atas jembatan. Untuk sementara, kami putuskan kendaraan tetap bisa melintas dari barat (Solo) maupun timur (Sukoharjo). Hanya sistemnya buka tutup," ujarnya.

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia