Rabu, 22 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Daging Kerbau Beku Bulog Sepi Peminat

Minggu, 10 Jun 2018 14:25 | editor : Fery Ardy Susanto

Daging sapi lebih diminati masyarakat daripada kerbau yang dijual Bulog.

Daging sapi lebih diminati masyarakat daripada kerbau yang dijual Bulog. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO - Stok daging beku yang disiapkan Perum Bulog Subdivre III Surakarta  mencapai 750 kg untuk menghadapi Lebaran ini. Sayangnya, serapan daging beku oleh masyarakat sangat minim. Sebab masyarakat lebih memilih membeli daging segar. Selain itu, daging impor dari India yang disediakan bulog merupakan jenis daging kerbau yang jarang dikonsumsi masyarakat Kota Solo.

Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta Titov, Agus Sabelia mengaku, menghadapi Lebaran ini serapan daging beku belum tinggi. Dari 5 freezer yang disediakan pihaknya, belum banyak serapannya. Padahal tiap freezer berkapasitas 150 kg.

”Namun sampai saat ini yang sudah tersalurkan baru sedikit,” terang Agus kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (8/6).

Serapan yang sedikit ini terbukti saat digelar Pasar Gotong Royong Bakdan Ing Solo oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Hanya terjual kurang dari 50 kg. Padahal stok yang disediakan Bulog cukup banyak.

” Padahal daging kerbau memiliki serat yang besar dan berkualitas baik. Selain itu daging beku lebih higienis dibandingkan daging segar,” beber Agus.

Kepala Seksi Analisa Harga dan Pasar Perum Bulog Subdivre III Surakarta, Doni Koeswardono menyebut daging beku ini dijual di berbagai pasar murah, program Rumah Pangan Kita, dan Kantor Bulog. Total daging yang sudah tersalurkan ke masyarakat baru 100 kg.

Harganya, di kisaran Rp 70 ribu per kg. Jauh lebih murah dibandingkan harga daging sapi segar yang mencapai Rp 105 ribu per kg. Untuk rasa, tidak jauh berbeda dengan daging sapi.

”Hanya saja seratnya memang lebih besar dibandingkan dengan daging sapi,” terang Doni.

Untuk April dan Mei lalu, jumlah daging beku yang didatangkan hanya  200 kg saja. Namun pada pelaksanaan Pasar Gotong Royong, disediakan 50 kg daging beku.

”Intinya kami menyediakan berapa pun kebutuhan masyarakat. Kalau kurang, stok akan kami datangkan dari Semarang,” urainya.

(rs/vit/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia