Senin, 20 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Awas, Makanan Kedaluwarsa Beredar di Karanganyar

Minggu, 10 Jun 2018 14:55 | editor : Fery Ardy Susanto

Petugas dari DKK Kabupaten Karanganyar mengecek sejumlah makanan yang diduga mengandung zat berbahaya.

Petugas dari DKK Kabupaten Karanganyar mengecek sejumlah makanan yang diduga mengandung zat berbahaya. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar berharap Masyarakat waspada dan bijaksana dalam berbelanja barang kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Sebab tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar menemukan banyak makanan mengandung bahan berbahaya serta kedaluwarsa di sejumlah pasar tradisional.

Saat sidak, Jumat (8/6), DKK menemukan kemasan barang yang tidak mencantumkan tanggal kedaluarsa. Selain itu juga ditemukan bahan makanan yang mengandung zat berbahaya. Seperti rhodamin B yang merupakan zat pewarna sintetis untuk tekstil, serta boraks dan formalin.

Kepala DKK Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo mengatakan, pihaknya terus bergerak untuk memantau peredaran makanan dan minuman menjelang Lebaran.

”Ada dua tim yang diterjunkan, memantau pasar tradisional, maupun pasar modern selama menjelang Lebaran. Dari hasil laporan yang kami terima, memang masih banyak bahan makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya,” kata Cucuk.

Pihaknya juga menemukan mie instan tanpa mencantumkan tanggal kedaluarsa. Padahal, mie instan banyak dikonsumi masyarakat. Ada pula kemasan barang yang mencantumkan tanda register, namun saat dicek tidak muncul dalam daftar barang teregister Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Artinya, tanda register yang dicantumkan palsu.

”Untuk bahan makanan yang mengandung zat berbahaya, diperiksa sampelnya. Seperti kerupuk dan cendol yang dicurigai mengandung rhodamin B. Lalu karak dan gendar yang dicurigai mengandung boraks. Kalau formalin, biasanya ada di ikan teri,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, tim juga menemukan 207 bungkus bumbu masakan siap saji yang sudah kedaluarsa di Pasar Jungke dan Karanganyar Kota.

sekretaris DKK Karanganyar, Fatkul Munir mengaku bahan makanan yang mengandung formalin langsung disita. "Yang kedaluarsa disegel dan tidak boleh dijual,” tegasnya.

(rs/rud/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia