Rabu, 22 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Petugas Medis Siaga 24 Jam

Senin, 11 Jun 2018 16:50 | editor : Fery Ardy Susanto

Salah satu titik pos kesehatan yang berdekatan dengan Pos Jaga pemantauan mudik di Sragen.

Salah satu titik pos kesehatan yang berdekatan dengan Pos Jaga pemantauan mudik di Sragen. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN - Instansi medis mulai dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Rumah Sakit dr Soehadi Prijonegoro, hingga Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen tetap siap memberi pelayanan medis yang bersifat darurat. Sebagian pekerja medis juga bersiap di pos pelayanan mudik. Selain itu stok darah di Sragen juga dijamin aman.

Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dr. Didik Haryanto menyampaikan untuk instalasi gawat darurat (IGD) tetap melayani seperti biasa. Dia menjelaskan IGD mengantispasi ada kejadian luar biasadan dadakan, misalnya kecelakaan masal. ”Tim tersebut siap bergerak jika ada kejadian yang tidak diinginkan. Begitu ada kabar buruk, kami siap mem-backup penanganan medis,” terang Didik.

Hanya saja untuk pelayanan rawat jalan ada jeda waktu libur sesuai kesepakatan rumah sakit di Eks-Karesidenan Surakarta. ”Kami menetapkan libur rawat jalan 14-18 Juni, dokter-dokter juga sudah menghitung dosis obat sampai selesai liburan,” terang Didik.

Pihaknya menyampaikan tidak mengambil kebijakan libur panjang seperti Pemkab Sragen. Sedangkan petugas administrasi akan ada yang piket untuk masuk. Untuk pasien rawat inap sendiri diprediksikan banyak yang minta pulang.

”Pengalaman yang sudah-sudah, biasanya pasien rawat inap minta pulang saat Lebaran, penurunan bisa sampai 50 persen,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Hargiyanto menegaskan tim medis siap menangani masalah medis pada tahun ini. Dia menegaskan sebanyak 25 puskesmas tetap buka dan siaga.  Sebanyak 20 puskesmas siap melayani pasien selama 24 jam sehari karena memiliki layanan rawat inap.

Selain itu di wilayah Kabupaten Sragen juga akan dioperasikan pos kesehatan internal dan pos terpadu, yang bekerjasama dengan organisasi pimpinan daerah (OPD). Pos-pos itu didirikan di jalur-jalur utama pemudik agar bisa dimanfaatkan.

”Kami siapkan tim piket di puskesmas, dan pos mudik Lebaran. Kami punya cadangan obat bukan hanya untuk jangka waktu sepekan dua pekan saja, tapi untuk jangka waktu yang jauh lebih panjang lagi. Insya Allah hingga tahun depan juga tidak akan habis, dan cukup untuk persediaan,” bebernya.

Sementara itu Kepala Markas PMI Sragen Wahdadi menjelaskan persediaan stok darah dikatakan aman. Sejak memasuki Ramadan sudah dilakukan persiapan kantong darah. Demikian juga saat bulan puasa pihaknya menyampaikan cukup banyak pendonor dari berbagai masyarakat di Sragen.

”Kami prediksikan masih aman. Bahkan hari ketiga Lebaran, kami juga akan gelar kegiatan donor darah di sejumlah titik,” terangnya.

(rs/din/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia