Rabu, 22 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Warga Berharap Pintu Tol Kebakramat segera Dibuka

Senin, 11 Jun 2018 17:05 | editor : Fery Ardy Susanto

Pintu tol di wilayah Kebakramat masih dalam proses pengerajaan.

Pintu tol di wilayah Kebakramat masih dalam proses pengerajaan. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

KARANGANYAR - Sejumlah warga Karanganyar mengaharapkan agar pintu tol Solo-Kertosono (Soker), yang berada di wilayah Kebakramat bisa dibuka.

Hal tersebut lantaran, sejumlah warga yang mau berpergian ke Jakarta atau Surabaya, harus masuk ke tol dengan melalui pintu tol yang ada di Klodran yang termasuk pintu masuk tol Sragen yang berada di wilayah Sidoharjo.

”Harusnya dibuka entah itu untuk masuk atau keluar, karena kalau mau masuk ke tol kalau kita orang Karanganyar, harus ke Klodran terlebih dahulu, lalu melintasi Solo. Kalau tidak, ya harus ke Sragen dulu, baru masuk ke jalan tol,” jelas Hendra, yang saat itu berniat untuk pergi ke Surabaya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kusuma. Ia yang saat ditemui Radar Solo hendak mudik ke Karanganyar, terpaksa harus turun di pintu Tol Sragen untuk bisa ke rumahnya di daerah Tasikmadu. Kusuma mengira dengan adanya pintu tol yang ada di Kebakramat, akses untuk pergi ataupun balik ke Karanganyar jadi lebih mudah.

Akan tetapi karena pembangunan untuk pelebaran dan panataan rambu lalu lintas yang ada di jalur keluar tersebut sampai saat in belum rampung, maka untuk sementara waktu pintu tol yang ada di Kebakramat memang masih harus ditutup.

“Kamarin saya dapat informasi katanya ada pintu tol yang ada di Kebakramat. Saya pikir itu dekat dengan Karanganyar, tapi setelah melintas ternyata pintu tolnya masih ditutup karena belum rampung,” ucapnya.

Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Ahdi Rizaliansyah melalui Kanit Turjawali Ipda Anggoro mengungkapkan, rencana awal memang akan difungsikan, dengan dijaga oleh petugas dari kepolisian. Namun hal tersebut batal terlaksana

”Karena pengerjaannya belum rampung, dan penataan untuk lalu lintasnya juga belum jelas, maka akhirnya tetap harus ditutup. Sebenarnya juga kasihan, orang yang keluar harus lewat di pintu tol Klodran, atau Sragen,” ucapnya.

(rs/rud/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia