Senin, 20 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Operasi Pasar untuk Tekan Harga Ayam

Selasa, 12 Jun 2018 11:51 | editor : Fery Ardy Susanto

Warga menyerbu operasi psar daging ayam beku di Pasar Gagan, Senin (11/6).

Warga menyerbu operasi psar daging ayam beku di Pasar Gagan, Senin (11/6). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI - Kenaikan harga daging ayam potong sudah di ambang kewajaran. Bayangkan, per kg sudah tembus Rp 40 ribu. Mengantisipasi kenaikan ini, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Boyolali langsung melakukan operasi pasar (OP). Kegiatan ini bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Menyasar sejumlah pasar tradisional di Boyolali Senin-Selasa (11-12/6).

Kepala Bagian Perekonomian Setda Boyolali, Binasih Setyono mengatakan, sudah melakukan monitoring ke pasar-pasar tradisional. Hasilnya, harga daging ayam memang melonjak tinggi.

”Mudah-mudahanan dengan pasar murah ini, harga daging ayam potong bisa ditekan,” terang Binasih saat dijumpai Jawa Pos Radar Solo di Pasar Gagan, Kecamatan Ngempak, Senin (11/6).

Hari pertama, OP menyasar dua pasar. Yakni di Pasar Gagan dan Pasar Kota Boyolali. Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa membantu masyarakat.

”Pasar murah ini dilakukan karena ada info kenaikan harga, khususnya komoditas daging ayam potong jenis ras. Sehingga diharapkan dapat menekan harga. Harga ayam fresh dengan harga Rp 33 ribu dan ayam beku Rp 30 ribu,” imbuhnya.

Pasar murah yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini langsung diserbu pembeli. Hal tersebut disampaikan penjual dari PT. Charoen Phokpand yang ditunjuk Kemendag. Pihaknya membawa sekitar 500 kg ayam dan hingga pukul 09.30 WIB telah terjual 285 kg.

”Diminta dari Kemendag untuk operasi pasar, dapat info di pasar tradisonal hampir tidak ada daging ayam. Makanya kita diminta untuk operasi pasar dengan harga daging ayam segar seharga 33 ribu per kg dan ayam beku 30 ribu per kg,” ungkap Supervisor Distribusi Logistik Charoen Phokpand, Daru Artanto.

Salah satu pembeli, Nurhasan mengaku senang bisa mendapat daging ayam dengan harga murah. Dia membeli Rp 30 ribu per kg. Menurutnya selama bulan puasa, harga terus naik hingga mencapai Rp 42 ribu.

”Di dalam pasar harga bisa Rp 40-42 ribu per kg. Sangat membantu bagi warga yang membutuhkan,” bebernya.

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia