Rabu, 22 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Pemasaran Wisata Harus Massif

Selasa, 12 Jun 2018 12:05 | editor : Fery Ardy Susanto

Purwanto Yudhonagoro, Direktur Utama Lorin Group.

Purwanto Yudhonagoro, Direktur Utama Lorin Group. (ISTIMEWA)

BANYAKNYA calendar of event yang digelar pemerintah Kota Solo sebagai event tahunan, ternyata belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata, terutama industri perhotelan. Karena itu dibutuhkan pemasaran atau marketing kegiatan tersebut lebih massif hingga luar negeri.

Mengingat ketika menggelar event tanpa dipasarkan hingga mancanegara, maka penikmatnya hanyalah masyarakat lokal. Sehingga tak berdampak signifikan terhadap tingkat hunian atau okupansi kamar hotel. Calendar of event atau event budaya selama ini memang rutin digelar setiap tahun, namun belum mampu mendongkrak okupansi hotel.   

“Selama ini pemasaran calendar of event ataupun event budaya yang digelar di Solo tak sampai menyentuh ke luar negeri. Hal itu bisa jadi karena budget atau anggaran promosinya yang perlu ditinjau kembali,” papar Direktur Utama Lorin Group, Purwanto Yudhonagoro, S.E., M.Par., CHA, DR (CAND).

Di sisi lain, penyelenggaraan paket wisata inbound ke Solo dan sekitarnya selama ini belum tergarap secara maksimal. Karena para pelaku pariwisata hanya bergerak sporadis atau berjalan sendiri-sendiri. Bahkan belum ada kolaborasi dan sinergitas semua pihak, terutama masyarakat pariwisata Indonesia.

“Tingginya tingkat hunian atau okupansi hotel tak lain merupakan effort dari masing-masing pengelola hotel. Salah satu event yang mampu memberi kontribusi industri hotel yaitu Solo Great Sale (SGS). Yang tak lain merupakan kolaborasi semua pihak, –baik pelaku usaha maupun pemerintah kota,” jelasnya.

Menurut Purwanto, kebijakan pemertintah daerah sejauh ini sebenarnya sudah mampu mengakomodasi pelaku usaha termasuk pelaku wisata. Hanya saja, pemerintah dalam hal ini dinas pariwisata belum se-massif seperti yang diharapkan dalam mempromosikan calendar of event atau event budaya di Kota Solo. Terutama untuk menarik minat wisatawan untuk datang dan singgah di Solo.

“Intinya untuk mendongkrak pariwisata disuatu daerah dibutuhkan branding management atau manajemen branding untuk memasarkan potensi wisata lebih luas. Termasuk product management atau manajemen produk dan customer management atau manajemen konsumen untuk menjalin relasi dengan pihak-pihak yang berkompeten,” terang praktisi pariwisata ini. (edy)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia