Minggu, 19 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Kebut Perbaikan Jalur Alternatif Mudik

Selasa, 12 Jun 2018 12:35 | editor : Fery Ardy Susanto

Betonisasi Jalan Wedi-Bayat, Senin (11/6).

Betonisasi Jalan Wedi-Bayat, Senin (11/6). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN - Jelang Lebaran, sejumlah titik jalur alternatif mendapatkan perhatian Pemkab Klaten. Bupati Klaten, Sri Mulyani bersama jajarannya melakukan pengecekan sejumlah ruas jalan yang diperbaiki, Senin (11/6). Diawali dari Tegalmas yang merupakan jalur alternatif menuju Sukoharjo, Wonogiri, dan Gunung Kidul.

Rombongan berhenti di ruas Jalan Wedi-Bayat yang selesai dibetonisasi sepanjang 1,6 km. Memang ruas yang dibeton selama ini mengalami kerusakan parah sehingga menghambat arus kendaraan yang melintas. Kondisinya pun masih dibuka satu jalur untuk memberikan waktu pengerasan jalan.

Sri Mulyani meminta penyelesaian perbaikan jalan dilakukan tepat waktu. Mengingat saat ini sudah memasuki puncak arus mudik. ”Saya ingin melihat secara langsung proses perbaikan jalan. Saya harap segera diselesaikan agar arus mudik lancar. Jadi pemudik bisa merasa nyaman saat melintasi wilayah Klaten,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Khusus ruas Jalan Wedi-Bayat total panjang yang diperbaiki mencapai 4 km. Namun tidak seluruh lapisan jalan dilakukan betonisasi. Hanya pada bagian tertentu. Sedangkan 2,4 km sisanya dilakukan pengaspalan.

”Ada tiga titik yang sedang dikerjakan untuk menyambut Lebaran. Salah satunya di ruas Jalan Wedi-Bayat ini yang memang perlu dibeton. Tetapi Rabu (13/6) seluruh jalur dari dua arah akan dibuka seperti biasanya,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum-Penataan Ruang (DPU-PR) Klaten, Suryanto.

Suryanto menambahkan, tahun ini total panjang jalan yang dilakukan perbaikan mencapai 30 km. Sedangkan 50 km dilakukan peningkatan berupa betonisasi. Total tahun ini terdapat 80 km jalan yang mendapatkan perhatian pemkab dengan pembiayaan mencapai Rp 150 miliar.

”Pengerjaan hanya dilakukan di beberapa titik saja, terutama ruas jalan yang tidak mengalami kepadatan arus mudik. Tetapi ada juga pengerjaan yang sudah kami hentikan dengan menarik para pekerja dan peralatan. Pengerjaan akan kami lanjutkan lagi setelah Lebaran,” bebernya.

Diakuinya, sejumlah ruas jalan masih mengalami kerusakan parah. Terutama jalur yang dilintasi truk galian C. Ambil contoh di kawasan Kecamatan Kemalang. Selain itu di jalur Tegalgondo-Janti, Kecamatan Polanharjo.

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia