Rabu, 22 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Anggota TNI Ini Nyambi Jadi Guru Ngaji

Selasa, 12 Jun 2018 17:29 | editor : Fery Ardy Susanto

Letda (Inf) Supardi, anggota Korem 074/Warastratama.

Letda (Inf) Supardi, anggota Korem 074/Warastratama. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

SELAIN menjadi prajurit TNI AD, Letda (Inf) Supardi juga aktif memberikan siraman rohani kepada jajaran anggota Korem 074/Warastratama hingga menjadi guru di pesantren.

“Saya sudah menjadi anggota TNI sudah 33 tahun. Sering memberikan ceramah kepada anggota TNI. Ketika di Kostrad, ternyata ada kunjungan dari Panglima Kostrad, waktu itu saya masih berpangkat sersan kepala (serka). Setelah saya memberikan tausiyah singkat, beliau memanggil saya, dan bilang kalau ceramah saya bagus,” kenangnya.

Untuk di satuannya, pria kelahiran Blora 20 Oktober 1963 ini memiliki tanggung jawab mengatur kegiatan Islami. Yakni setiap Senin Supardi memberikan tausiyah, kemudian Selasa dan Rabu ada zikir Asmaul Husna.

“Kemudian Kamis biasanya kami mencari ustad dari luar supaya ada variasi. Kegiatannya rutin setelah Salat Luhur,” paparnya.

Ilmu agama Islam didalami Supardi saat menempuh Pendidikan Guru Agama Atas (PGAA) Lasem, Kabupaten Rembang. Kala itu, dirinya bercita-cita menjadi guru agama. Namun, cita-cita tersebut berubah ketika sang kakek memintanya menjadi anggota TNI.

Di luar dakwah di kalangan militer, Supardi aktif mensyiarkan Islam di rumahnya Tegalsari, RT 01 RW 03 Kelurahan Gayamdompo, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar dengan mendirikan masjid Al-Hidayah berlanjut membangun pondok pesantren dan yayasan yatim piatu Nurul Hidayah.

“Sekarang saya punya 11 anak yatim dan 40 orang santri. Khusus anak yatim saya cari sendiri di sekitar rumah yang dari segi ekonomi kurang dan terabaikan pendidikannya,” pungkasnya.

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia