Selasa, 13 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Travelling

Sensasi Naik Sepur Kluthuk Jaladara di Malam Hari

Rabu, 20 Jun 2018 13:15 | editor : Fery Ardy Susanto

Wisatawan menikmati keunikan Sepur Kluthuk Jaladara.

Wisatawan menikmati keunikan Sepur Kluthuk Jaladara. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO - Sepur Kluthuk Jaladara akan meramaikan wisata malam hari di Kota Solo. Kereta uap kuno berbahan bakar kayu ersebut ditargetkan dapat memanjakan wisatawan untuk berburu kuliner malam di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.

Selama ini Jaladara hanya beroperasi siang hari dengan rute Stasiun Purwosari hingga Stasiun Kota. Dalam perjalanan, kereta dengan dua gerbong ini berhenti di beberapa titik antara lain rumah dinas wali kota Loji Gandrung, Museum Radya Pustaka, Museum Batik Danar Hadi, Beteng Trade Center (BTC) serta Kampung Batik Kauman.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, pengoperasian Jaladara di malam hari menyuguhkan sensasi tersendiri. Rudy mengaku ide tersebut datang dari dirinya setelah melihat geliat wisata kuliner malam di jalan utama Kota Bengawan itu mulai tumbuh.

“Paling tidak sliwar-sliwer dari rel bengkong sampai Gladag itu sudah menarik. Tidak perlu sampai Stasiun Purwosari, biar tidak mengganggu pengendara juga,” terangnya Selasa (19/6).

Wali Kota meminta Jaladara yang beroperasi malam hari dapat meningkatkan daya tarik wisata baik domestik maupun mancanegara. Dia menekankan salah satu titik fokus pemberhentian Jaladara adalah Gladag Langen Bogan (Galabo). Pusat kuliner malam di sisi timur bundaran Gladag itu kini memiliki konsep yang rapi dan lebih tertata.

“Misalnya ada yang naik Jaladara pada malam hari, wajib berhenti di Galabo. Biar sama-sama menerima manfaatnya. Biar mereka juga tahu sekarang Galabo berbeda dengan Galabo sebelumnya,” tegas Rudy.

Terkait rencana wali kota tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo Hari Prihatno mengaku siap berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Menurutnya menjalankan Jala dara di malam hari tidak terlalu berbeda dengan siang hari. Hanya saja perlu petugas yang disiagakan sesuai kebutuhan.

“Kita siap untuk menjalankan. Apakah mau setiap malam atau hanya moment-moment tertentu kita tunggu arahan dulu. Prinsipnya petugas kami siap,” katanya.

(rs/irw/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia