Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Agar Batik Tidak Hilang Pamornya

02 Juli 2018, 09: 56: 23 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Pelajar SMA/SMK mengikuti workshop batik tulis di Dalem Gondosuli, Kampung Batik Laweyan, Sabtu (30/6).

Pelajar SMA/SMK mengikuti workshop batik tulis di Dalem Gondosuli, Kampung Batik Laweyan, Sabtu (30/6). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Batik memiliki ciri khas masing-masing yang telah diakui dunia internasional. Namun, jika tak dikenalkan secara baik dan benar, kekhasan tersebut bisa saja tinggal cerita.

Sebab itu, Sabtu (30/6), mahasiswa Kriya Tekstil Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan bertema Pesona Adiluhung Wastra Batik di Dalem Gondosuli, Kampung Batik Laweyan.

Ketua panitia Ginanjar Agung Sulistyo menerangkan, agenda tersebut merupakan satu rangkaian kegiatan yang digelar sejak beberapa bulan lalu dengan tujuan mengangkat keindahan batik Nusantara.

"Setiap daerah memiliki ciri khas batik. Ini yang coba kami angkat dalam bentuk lomba pembuatan batik tulis untuk seluruh Indonesia," ujarnya. 

Pembuatan batik tulis itu diikuti 60 peserta yang merupakan murid SMA dan SMK. Selanjutnya, sebanyak 30 karya terbaik dipamerkan dalam  Pesona Adiluhung Wastra Batik.

"Ini guna menggairahkan generasi muda agar lebih mengenal batik,” terangnya. Tidak hanya itu, panitia kegiatan juga menggelar workshop. Masing-masing peserta dibagikan tote bag yang masih polos untuk dijadikan media seni lukis.

"Tas jinjing model ini cukup populer di kalangan anak muda. Peserta bebas mengkreasikan gambar yang diinginkan,” imbuhnya.

Salah seorang peserta workshop, Hamidah Nurul mengaku mendapatkan banyak pengalaman dari kegiatan tersebut.

“Kebetulan masih libur. Jadi langsung mau waktu diajak kawan buat ke sini,” terang siswi SMAN 1 Surakarta yang datang bersama empat rekannya.

Di lokasi yang sama, belasan peragawati membawakan busana berbahan dasar batik karya mahasiswa Kriya Tekstil dan alumni. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di mal, dan kali ini sengaja berpindah lokasi ke Kampung Batik Laweyan agar peserta lebih menghayati keindahan batik. 

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia