Jumat, 19 Oct 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Grup Keroncong asal Amerika Bakal Tampil Habis-habisan di Solo

Rabu, 04 Jul 2018 15:15 | editor : Fery Ardy Susanto

Hannah, personel OK Rumput beri keterangan pers, Selasa (3/7).

Hannah, personel OK Rumput beri keterangan pers, Selasa (3/7). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Jauh-jauh datang dari Negeri Paman Sam bakal tak disia-siakan personel orkes keroncong (OK) Rumput. Mereka bakal tampil di Panggung Gesang, Jalan Dipenegoro, Kota Solo, Rabu malam.

Personel OK Rumput terdiri dari Hannah Standiford pada cak dan vokal; Andy McGraw pada cello; Kyle Dosier pada cuk; John Priestley pada gitar, Paul Wilson pada violin, Nat Quick pada bass. Mereka juga menggandeng Ed Breiner, Greyson Goodenow dan Beth Reid yang merupakan seniman lukis Cranky dan wayang.

Menurut Hannah, untuk lagu pembuka, OK Rumput akan menyanyikan Yen Ing Tawang, kemudian untuk pertunjukan utama selama 30 menit mengombinasikan antara keroncong dan wayang geber yang diberi tema Akar.

“Lakon wayang geber menceritakan cerita Jack and Beanstalk atau Jack dan kacang polong. Cerita anak dari Amerika. Kita ingin mengombinasikan cerita asal Amerika dengan musik asli Indonesia,” ujar Hannah.

Selain tampil di Solo, OK Rumput bakal tampil di Kedutaan Amerika di Jakarta, Jumat (6/7); Balemong Resort di Ungaran, Minggu (8/7); Universitas Setya Wacana (UKSW) Salatiga, Senin (9/7); Universitas Airlangga, Surabaya, Rabu (11/7); dan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (13/7), serta di sejumlah pusat perbelanjaan di Jogjakarta (14-15/7).

“Solo menjadi tur penutup kita di Indonesia. Kita juga berencana berziarah ke makam Gesang sebagi pencipta lagu Bengawan Solo, salah satu lagu keroncong paling hits sepanjang masa,” jelasnya.

Melalui tur keliling Pulau Jawa ini, Hannah berharap dapat membangun apresiasi seni dan tradisi baik dari Amerika maupun Indonesia.

“Sehingga nanti kita berharap ada saling tukar ide dengan masyarakat yang bisa menambah ilmu tentang keroncong,” ujar dia.

Salah seorang seniman keroncong Kota Solo Danis Sugiyanto mengapresiasi pementasan OK Rumput.

“Sebelum ini sudah ada orkes Pantai Barat, sama juga pemainnya dari Amerika. Jadi ini merupakan grup musik kedua. Ini membuktikan kalau musik keroncong sudah berkembang di Amerika,” tuturnya.

Pria yang juga dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta cukup mengenal OK Rumput.

“Ketika Hannah menempuh pendidikan di ISI, kita kerap sharing soal musik keroncong. Dan ketika saya ada kesempatan mengajar keroncong di Amerika, saya berekesempatan mendatangi lokasi latihan mereka,” katanya.

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia