alexametrics
Kamis, 03 Dec 2020
radarsolo
Home > Boyolali
icon featured
Boyolali

Relokasi Pasar Pengging Dianggarkan Rp 16 Miliar

06 Juli 2018, 18: 54: 20 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Suasana di Pasar Pengging, Kamis (5/7).

Suasana di Pasar Pengging, Kamis (5/7). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI - Tak lama lagi, proyek relokasi Pasar Pengging di Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono bakal mulai. Tepatnya 1 Agustus mendatang. Proyek relokasi pasar ini menelan anggaran sekitar Rp miliar dari APBD Kabupaten Boyolali.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Karsino sudah melakukan sosialisasi pembangunan tahap pertama Pasar Pengging. Sosialisasi berlangsung di Balai Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kamis (5/7). Sosialisasi diikuti puluhan pedagang perwakilan pasar setempat.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut, jajaran Muspika Banyudono serta konsultan proyek Pasar Pengging. Dalam pertemuan ini, juga dibuka forum tanya jawab.

”Pembangunan Pasar Pengging di timur Dukuh Pipa sudah melalui studi mendalam,” ujar Karsino kepada Jawa Pos Radar Solo.

Dijelaskannya, relokasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas perdagangan. Sebab lokasi Pasar Pengging saat ini dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

”Berbeda dengan pembangunan pasar-pasar tradisional lainnya yang memakai dana alokasi khusus (DAK). Pasar Pengging dianggarkan dari APBD. Pasar dibangun hanya satu lantai agar mudah diakses masyarakat,” terang Karsino.

Giri Sujatmika, konsultan CV Bina Cipta Desain menjelaskan, luas area pembangunan pasar baru mencapai 2,5 hektare. Lokasinya merupakan tanah dengan ketinggian bervariasi. Pasar dibangun lima blok. Terdiri 146 kios ukuran 3 x 4 meter, 62 toko ukuran 3 x 6 meter, serta los untuk 1.700 pedagang. Dilengkapi bangunan musala, kantor, dan fasilitas pendukung lainnya, termasuk tempat parkir kendaraan.

”Tahap pertama dibangun los untuk para pedagang,” papar Giri.

Dia menyatakan tak mungkin melakukan pengurukan tanah seluas 2,5 hektare dengan beda ketinggian bervariasi hingga lima meter. Hal itu akan menimbulkan pembengkakan anggaram.

”Lahan setiap blok los dipastikan rata. Kemudian antarblok dibuat jalan yang mudah dijangkau pedagang maupun pembeli,” beber Giri.

Dalam sosialisasi, Prapto, salah seorang perwakilan pedagang mengusulkan agar lokasi pasar yang berkontur diratakan. Sehingga tidak ada kesan pedagang bagian atas dan pedagang bagian bawah. Sekaligus memudahkan pembeli yang berbelanja.

(rs/wid/fer/JPR)

 TOP