Selasa, 18 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Stikes PKU Muhammadiyah Buka Prodi Baru

11 Juli 2018, 10: 43: 52 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Perwakilan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menerima SK dari Menristekdikti.

Perwakilan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menerima SK dari Menristekdikti. (ISTIMEWA)

Share this      

SOLO - Koordinator Kopertis VI Prof.Dr.H. DYP. Sugiharto menyerahkan Salinan Surat Keputusan (SK) dari Menristekdikti kepada Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta. SK ini tentang Izin Pembukaan program studi (Prodi), DIV Teknologi Rekayasa Elektromedik dan DIV Keperawatan Anestesiologi.

SK diberikan kepada Weni Hastuti, S. Kep., Ns., M. Kes., selaku Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta dengan SK Kemenristekdikti No. 519/KTP/I/2018. 

Ketua BPH Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Dr. Sofyan Anief menuturkan, dua progdi baru tersebut, yakni jurusan Teknologi Rekayasa Elektromedis Program Sarjana Terapan dan prodi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan juga masih tergolong langka.

”Di Indonesia, perguruan tinggi penyelenggara prodi ini masih dapat dihitung dengan jari. Sedangkan di Jateng kami sebagai pionier penyelenggara dua progdi tersebut, khususnya Prodi Keperawatan Anestesiologi. Saat ini sudah banyak masyarakat yang menanyakan kapan prodi tersebut di buka. Dengan telah diterimanya SK ini, saat ini kami sudah bisa memulai proses penerimaan mahasiswa baru.” ungkap Sofyan Anief.

Penambahan dua prodi baru sekaligus di Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta ini sudah sejalan dengan rencana induk pengembangan yang sudah disusun.

"Insyaallah saat ini kami sudah berproses juga untuk perubahan bentuk lembaga dari sekolah tinggi menjadi institut kesehatan,” pungkasnya.

Weni Hastuti, S. Kep. M. Kes, Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta menyampaikan, lulusan kedua prodi tersebut memiliki peluang diterima kerja  sangat besar. Hal ini mengingat saat ini tenaga anestesi yang ada, mayoritas dihasilkan dari proses pelatihan. Jadi bukan dari pendidikan formal. Sehingga, praktis kedepan seluruh tenaga penata Anestesi yang bekerja di institusi pelayanan kesehatan harus dipenuhi dari lulusan pendidikan formal.

Weni menjelaskan bahwa lulusan prodi Teknologi Rekayasa Elektromedis juga masih langka di dunia kerja saat ini.

”Padahal, perkembangan teknologi kedokteran saat ini sudah beralih ke penggunaan perangkat elektromedis modern. Baik untuk proses pengobatan maupun pemeriksaan diagnostic. Saat ini kamipun sudah kebanjiran indent para calon pendaftar yang sudah menunggu dibukanya dua progdi baru ini. bukan saja dari wilayah eks-Karesiden Surakarta, tapi juga banyak yang berasal dari luar jawa. Alhamdulillah, mulai hari ini kami sudah bisa melayani calon pendaftar di dua prodi ini," jelas Weni.

Sementara itu Koordinator Kopertis VI, Prof.H.DYP Sugiharto saat ditemui terpisah mengatakan sangat menyambut gembira dengan diterbitkannya SK Progdi D4 Keperawatan Anestesiologi dan D4 Teknologi Rekayasa Elektromedis di STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, mengingat dua progdi ini memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, jadi sudah tepat sasaran.

“Selanjutnya saya mendorong agar Stkes PKU Muhammadiyah Surakarta untuk segera melakukan promosi agar di tahun ajaran baru 2018/2019 ini sudah dapat menyelenggarakan perkuliahan. Karena Kopertis sudah ikut memberikan rekomendasi, jangan sampai hal ini tidak direalisasikan. Waktu 2 bulan silahkan diatur sebaik-baiknya," tegasnya. (sct)

(rs/NIK/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia