Selasa, 13 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Nasional

Asyiknya Bahas Persoalan Sampah Sambil Nonton Bareng Piala Dunia

Rabu, 11 Jul 2018 15:52 | editor : Fery Ardy Susanto

Diskusi tentang sampah yang dikemas dalam suasana talk show dan nonton bareng Piala Dunia 2018.

Diskusi tentang sampah yang dikemas dalam suasana talk show dan nonton bareng Piala Dunia 2018. (ISTIMEWA)

BANTUL - Persoalan sampah di Kabupaten Bantul semakin serius seiring dengan bertambahnya populasi dan volume sampah. Dalam sehari aktivitas  masyarakat yang ada di Bantul menghasilkan sekitar 70 ton sampah. Namun hingga saat ini baru 30 persen yang dapat dikeola pemkab setempat.

“Dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk ikut menyelesaikan persoalan sampah di Bnatul. Seperti dengan aktifnya bank sampah sangat membantu upaya Pemkab Bantul untuk bebas dari sampah pada 2019 mendatang,” ujar Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.

Berbagai upaya untuk mengatasi sampah terus dilakukan. Diantaranya sosialisasi ke masyarakat, membuat program tentang pengelolaan sampah sampai membuat regulasi. Pihaknya sangat berharap seluruh elemen masyarakat berperan untuk mengatasi permasalahan sampah di Bantul.

Perwakilan BUMDes Sampah Panggung Lestari, Desa Panggungharjo, Eko Pambundi mengatakan, melalui bank sampah yang dikelola, pihaknya terus berupaya mengajak masyarakat untuk bijak dalam memperlakukan sampah. Karena sampah yang dihasilkan tidak semuanya langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir.

“Sampah tersebut bisa dipilah agar mampu mendatangkan sumber ekonomi  baru bagi masyarakat, Kami terus kerjasama dengan masyarakat dan instansi terkait untuk mengelola sampah baik dari rumah tangga maupun industry,” imbuhnya.

Manager Sustainable AQUA Klaten, Rama Zakaria menambahkan, dunia usaha juga memiliki kewajiban dalam pengelolaan sampah. AQUA terus bersinergi dengan masyarakat, pemerintah untuk ikut aktif terlibat dalam pengelolaan sampah.

Sosialisasi tentang pengeolaan sampah dikemas dalam acara talk show dan kumpul bareng nonton Piala Dunia di Lapangan Mini Kweni, Desa Panggungharjo. Masyarakat cukup antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut. (oh)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia