Selasa, 13 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga

Tiga Kelas Jadi Bidikan PB Bina Jaya

Kamis, 26 Jul 2018 18:55 | editor : Perdana

POTENSIAL: Ketatnya pertandingan pada ajang Djarum Foundation-Kejurkab PBSI Wonogiri 2018 di GOR Giri Mandala, Wonogiri

POTENSIAL: Ketatnya pertandingan pada ajang Djarum Foundation-Kejurkab PBSI Wonogiri 2018 di GOR Giri Mandala, Wonogiri (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI – Djarum Foundation-Kejurkab PBSI Wonogiri 2018 di GOR Giri Mandala, Wonogiri akan menjalani partai finalnya hari ini (23-26/7). Sebelum menuju ke partai puncak, mereka yang masih bertahan akan lebih dulu berjuang di babak semifinal yang akan digelar pagi hari, dan akan langsung dilanjutkan partai final siang harinya.

”Jika melihat daftar pemain asal Wonogiri yang masih bertahan, saya lihat memang persiangan benar-benar sangat ketat. Ini membuktikan mereka masih bisa bersaing dengan wakil dari PB-PB besar di eks-Karesiden Surakarta,” terang Koordinator Pertandingan, Anugerah Aris Agusta kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Dari beberapa PB asal Wonogiri, ternyata wakil dari PB bina Jaya yang masih bertahan. Mulai dari Aripka di kelas pra usia dini putra, lalu Bagas di kelas pemula putra, dan dua wakil di kelas anak putri, yakni Alivenia dan Rifa.

”Di babak semifinal ini masih ada wakil-wakil kuat dari Solo, hingga Klaten. Bicara peluang untuk juara tentu saya anggap cukup terbuka. Dari sisi skill saya lihat sama kuatnya, hanya tinggal faktor mental bertanding dan konsistensi bertanding saja yang bisa membedakan hasilnya,” tuturnya. 

Selain dari PB Bina Jaya Wonogiri, ternyata wakil Solo termasuk yang cukup banyak menyelipkan wakilnya di babak puncak. Mulai dari adanya nama wakil dari PB Purnama, Jaya Raya, hingga Saribumi. Selain itu ada juga nama atlet dari PB All Star Karanganyar yang sukses lolos ke babak semifinal.

Kejuaraan kejurkab multi bentukan PBSI Wonogiri ini juga jadi ajang pemanasan atlet potensial Wonogiri untuk ikut serta di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 yang rencananya akan digelar di Karanganyar pada awal Agustus mendatang.

”Kuncinya memang menambah jam terbang, karena untuk bisa masuk lolos ke PB besar seperti Djarum, tentu perjuangannya juga tak akan mudah,” terangnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia